detikNews
Selasa 15 Oktober 2019, 12:50 WIB

Jejak Keji Pembunuh Sopir Taksi Online di Garut Berujung Vonis Mati

Hakim Ghani - detikNews
Jejak Keji Pembunuh Sopir Taksi Online di Garut Berujung Vonis Mati 2 pembunuh sopir taksi online di Garut divonis mati. (Foto: Hakim Ghani/deikcom)
Garut - Pengadilan Negeri (PN) Garut menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Jajang alias Keling (33) dan Doni alias Abang (33) atas kelakuan keji mereka membunuh sopir taksi online bulan Januari 2019 lalu.

Vonis dibacakan majelis hakim dalam sidang putusan kasus tersebut di PN Garut, Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (14/10).

"Menjatuhkan hukuman kepada masing-masing terdakwa berupa hukuman mati," ucap Ketua Majelis Hakim Endratno Rajamai saat membacakan amar putusan.


Peristiwa pembunuhan Yudi (26), seorang sopir taksi online oleh Keling dan Abang itu terjadi tepatnya pada Rabu 30 Januari 2019 lalu. Kasusnya terungkap setelah polisi menerima laporan dari masyarakat yang menemukan sesosok mayat tanpa identitas di Jurang Cikandang, Kecamatan Cikajang.

Mayat tersebut belakangan diketahui adalah Yudi. Polisi yang menyimpulkan Yudi tewas dibunuh kemudian memburu para pelaku. Abang ditangkap terlebih dahulu di Bandung setelah dua Minggu buron. Sedangkan Keling ditangkap di Gilimanuk, Bali, keesokan harinya tepatnya Sabtu 16 Februari 2019.

Fakta mengejutkan terkuak setelah kedua pelaku diperiksa. Ternyata, Abang dan Keling menghabisi nyawa Yudi dengan sadis.

"Tersangka sudah merencanakan aksinya. Mereka meminta korban untuk diantar dari Pasirkoja, Kota Bandung ke Garut. Mereka mencuri dan menghabisi nyawa korban di Garut," ujar Kapolres Garut saat itu AKBP Budi Satria Wiguna kepada wartawan saat menggelar pers rilis kasus di Mapolres Garut, Senin 18 Februari 2019.


Korban dihabisi dengan cara sadis. Mulai dari kepala dibacok kapak, hingga dilindas mobil berulang kali. Setelah dipastikan tak bernyawa, Abang dan Keling kemudian membuang jasad Yudi ke Jurang Cikandang.

Setelah membunuh, keduanya membawa kabur mobil milik Yudi yakni Toyota Avanza D 1336 UR ke wilayah Subang. Keduanya kemudian menjual mobil tersebut kepada penadah seharga Rp 13,4 juta.

Keling dan Abang sendiri kini mengajukan banding atas putusan PN Garut yang menghukum mati mereka. Mereka menganggap hukuman tersebut terlalu berat dan tak sepadan dengan perbuatan yang dilakukan.

"Mereka memilih mengajukan permohonan banding. Alasannya, menurut terdakwa, putusan vonis mati ini tidak sepadan dengan perbuatan yang dilakukan. Dianggap terlalu berat," ucap Kuasa Hukum terdakwa Asep Saeful kepada wartawan di PN Garut.


Putusan majelis hakim sendiri diketahui melebihi tuntutan jaksa. Di mana, jaksa menuntut Abang dan Keling dengan hukuman penjara seumur hidup.

Menanggapi hal itu, JPU Solihin mengaku menerima putusan hakim. Dia juga mengaku akan pikir-pikir terkait banding yang diajukan kedua terdakwa.

"Karena mereka banding, kami harus pikir-pikir dulu. Akan koordinasi dengan pimpinan soal banding dari terdakwa," ujar Solihin.



Tonton video Vonis Mati untuk Dua Pembunuh Sopir Taksi Online di Garut:

[Gambas:Video 20detik]





(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com