Ramai-ramai Anggota TNI Dihukum karena Istri Nyinyir di Medsos

Round-up

Ramai-ramai Anggota TNI Dihukum karena Istri Nyinyir di Medsos

Mukhlis Dinillah - detikNews
Senin, 14 Okt 2019 09:07 WIB
Peristiwa penusukan Wiranto di Pandeglang/Foto: 20Detik
Peristiwa penusukan Wiranto di Pandeglang/Foto: 20Detik
Bandung - Sersan Dua (Serda) J terpaksa ditahan kesatuannya gara-gara istrinya berkomentar nyinyir soal penusukan Menko Polhukam Wiranto di media sosial. Istrinya juga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan polisi.

Istri Serda J berkomentar di media sosial mengenai berita tentang dugaan Wiranto diserang di Pandeglang. Ia berkomentar bernada nyinyir terkait penusukan yang menimpa mantan Panglima ABRI tersebut.

"Pelajaran buat kita..jgn suka nyakitin org dgn ucapan...pisau msh blm tajam pak...msh tajaman lidahmu....," tulis istri Serda J dalam postingannya di medsos.

Kapen Kodiklat TNI AD Letkol Kav Christian Gordon Rambu mengatakan ada beberapa postingan istri Serda J yang menjadi bukti mengenai komentar nyinyir terhadap penusukan Wiranto.

"Yang gak cuma satu (postingan), ada yang lain. Tapi isinya hampir sama lah," ungkap Gordon saat dihubungi via telepon genggam, Minggu (13/10/2019).

Kapen Kodiklat TNI AD Letkol Kav Christian Gordon Rambu mengatakan Serda J ditahan selama 14 hari di di Markas Denkavkud, Bandung terhitung sejak Sabtu (12/10). Sanksi tersebut tergolong ringan dalam hukum militer.

Ia menuturkan Serda J dinilai lalai melaksanakan perintah atasan terkait penggunaan media sosial di lingkungan TNI AD dan keluarganya.

"Ini masuk hukuman pidana ringan dalam hukum militer. Tidak ada pemberhentian," kata Gordon saat dihubungi via telepon genggam, Minggu (13/10).

Menurutnya berkas perkara istri Serda J itu sudah diserahkan ke Polres Cimahi. Dengan kata lain, hukuman militer tak berlaku meski suaminya prajurit TNI.

"Berkas istri (Serda J) sudah dilimpahkan ke Polres Cimahi. Sementara waktu istrinya tinggal dan menunggu di asrama Denkavkud," ujar Gordon.

Kasus serupa juga terjadi di daerah lain, seperti Dandim Kendari Kolonel Hendi Suhendi dicopot dari jabatannya karena sang istri, IPDN, juga membuat posting-an nyinyir soal penusukan Wiranto. Kolonel Hendi harus ditahan selama 14 hari akibat ulah istrinya.

Selain J dan Hendi, anggota Satpomau Lanud Muljono Surabaya, Peltu YNS juga harus berhadapan dengan hukum militer akibat ulah istrinya. Ia dihukum lantaran istrinya yang berinisial FS berkomentar bernuansa fitnah di media sosial tentang penusukan Wiranto. (mud/ern)