Para jurnalis ini berkumpul di Alun-alun Kota Cimahi pada pukul 09.00 WIB. Mereka melakukan teatrikal dengan membungkus televisi dan koran lalu menghantamkannya ke tanah.
Kemudian mereka berjalan dengan mulut tertutup selotip ke depan kantor DPRD Kota Cimahi. Sejumlah peserta aksi menenteng spanduk yang berisi penolakan terhadap kekerasan kepada jurnalis dan menolak RKUHP yang berpotensi mengkriminalkan jurnalis dalam menjalankan tugas.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Intimidasi kepada jurnalis berupa pemukulan hingga perampasan alat kerja terjadi di beberapa daerah Indonesia saat peliputan demonstrasi tolak UU KPK dan RKUHP.
"Kami prihatin dan hal itu jangan sampai terulang kembali. Kami mendukung agar UU yang mengganggu kebebasan pers dihapus, karena kita sudah memiliki UU pokok pers yang mengatur kegiatan jurnalistik yang bertanggung jawab," kata Amelia.
Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Surya Pramanegara menjamin tak akan ada intimidasi kepada pers di wilayah hukumnya. "Kami menjamin keselamatan rekan-rekan dalam melakukan peliputan, sepanjang itu tertib dan tidak mengganggu umum lainnya," ujar Rusdy. (bbn/bbn)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini