detikNews
Jumat 13 September 2019, 18:50 WIB

Ibu di Tasikmalaya Aborsi dan Kubur Janin 7 Bulan Sendiri

Deden Rahadian - detikNews
Ibu di Tasikmalaya Aborsi dan Kubur Janin 7 Bulan Sendiri Lokasi janin yang dikubur. (Foto: Dok. Humas Polresta Tasikmalaya)
Tasikmalaya - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Tasikmalaya mengamankan seorang ibu yang mengaborsi dan menguburkan janinnya sendiri di Kampung Plang, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kapolresta Tasikmalaya AKBP Febry Kurniawan Ma'ruf menjelaskan kasus tersebut berawal dari laporan warga yang curiga dengan aktivitas D (30) pada Sabtu 7 September lalu.

"D ini sekitar pukul 20.00 WIB ketahuan oleh warga sedang melakukan sesuatu. Saat ditanya katanya sedang mengubur anak kucing," ucap Febry melalui pesan singkat yang diterima detikcom, Jumat (13/9/2019).


Warga yang merasa curiga, tak percaya dengan perkataan D. Hingga akhirnya warga meminta kuburan 'kucing' itu dibuka. "Setelah dibuka lagi ternyata bukan anak kucing, melainkan janin bayi yang sudah meninggal dunia. Akhirnya pelaku pun diamankan," ucapnya.

Dari hasil penyelidikan, D mengaku melakukan aborsi seorang diri. Ia sengaja memijit perutnya supaya janin yang masih berusia 7 bulan dalam kandungan tersebut keluar.


Febry mengatakan, setelah janin tersebut keluar D lalu memotong sendiri ari-ari dengan silet. Selanjutnya janin dibungkus dalam keadaan telah meninggal dunia.

"Tersangka ini tidak langsung menguburkan, tapi janin didiamkan sekitar 36 jam. Baru setelah itu dikuburkan pada Sabtu malam sekitar pukul 19.00 WIB," katanya.

Ibu di Tasikmalaya Aborsi dan Kubur Janin 7 Bulan SendiriD, ibu yang tega mengaborsi dan mengubur janin sendiri. (Foto: Dok. Humas Polresta Tasikmalaya)
D, kata Febry, tega melakukan hal tersebut karena tidak menghendaki kelahiran bayinya. Saat ini penyidik masih terus mendalami dugaan dan motif lain kasus tersebut.

Kini, D telah ditahan di Mapolresta Tasikmalaya. Ia dijerat Pasal 77A ayat 1 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. "Ancaman hukumannya 10 tahun penjara," ujar Febry.
(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com