detikNews
Kamis 12 September 2019, 14:48 WIB

Cerita BPBD Ciamis Dikejar Warga Pakai Golok Saat Kirim Bantuan Air

Dadang Hermansyah - detikNews
Cerita BPBD Ciamis Dikejar Warga Pakai Golok Saat Kirim Bantuan Air Petugas BPBD Ciamis memberikan bantuan air bersih kepada warga. (Dadang Hermansyah/detikcom)
Jakarta - Warga beberapa daerah di Kabupaten Ciamis mengalami kekurangan air bersih. BPBD Ciamis telah menyalurkan bantuan air bersih lebih dari 500 ribu liter. Selama menyalurkan bantuan air bersih, banyak pengalaman yang dialami anggota BPBD.

Salah seorang anggota BPBD Iwan Supriatna menceritakan pengalamannya selama menyalurkan bantuan air bersih ke pelosok Ciamis. Dari bolak-balik mengangkut air menggunakan truk tangki hingga menjelajahi perkampungan sampai tengah malam.


Bahkan sempat beberapa kali kena marah warga lantaran tak kebagian jatah air bersih. Sempat juga ada warga yang marah sambil menenteng golok karena ingin mendapatkan jatah air bersih.

"Ya, saat (kami) datang, warga sudah kumpul, langsung menyerbu dan susah antre saat menerima air bersih. Ada juga warga yang ingin mendapat lebih banyak jatah air, sampai ada yang membawa golok karena tak kebagian air," ujarnya Kamis (12/9/2019).

Menurut Iwan, warga rata-rata belum paham dengan bantuan air bersih tersebut. Tujuan air tersebut hanya untuk keperluan minum dan memasak. Tapi warga menginginkan air tersebut untuk keperluan mandi juga, sampai meminta jatah lebih. Padahal jatahnya itu dua ember besar saja.

"Air bersih ini hanya untuk keperluan memasak dan minum. Karena terbatas, satu tangki hanya 5.000 liter, sedangkan yang membutuhkan banyak," jelasnya.


Hal lain dialami Fauzi, anggota BPBD Ciamis lainnya, yang pernah mendistribusikan air sampai malam hari. Tangki pengangkut air harus berjalan dari satu titik ke titik berikutnya karena ember warga tak dikumpulkan di satu lokasi.

Cerita BPBD Ciamis Dikejar Warga Pakai Golok Saat Kirim Bantuan AirSejumlah elemen memberikan bantuan air bersih kepada warga. (Dadang Hermansyah/detikcom)
Padahal, bila ditempatkan di titik tertentu, penyaluran air bersih akan lebih cepat. Atau ditampung terlebih dulu di satu bak, nanti air dibagi-bagi ke warga oleh aparat setempat.

"Warga menyimpan ember di depan rumah masing-masing di sepanjang jalan, sehingga truk tangki harus maju perlahan, sedikit-sedikit, kemudian berhenti untuk menurunkan air. Jadi prosesnya cukup lama," ungkapnya.

Kondisi tersebut banyak ditemukan di beberapa lokasi. Namun ada juga warga yang sudah tertib, berkumpul di satu titik, sehingga memudahkan dan mempercepat penyaluran bantuan air bersih.
Dalam mendistribusikan air bersih, anggota BPBD juga kerap mendapat tantangan ketika mengirim air ke lokasi yang cukup jauh. Menghadapi jalan terjal, tanjakan panjang dan sempit, bahkan sebagian jalan rusak ditemui di beberapa pelosok.

"Memang, saat mengirim bantuan air bersih, kami didampingi oleh pegawai desa setempat supaya bantuan tepat sasaran dan langsung ke lokasi yang membutuhkan," terangnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Darurat Logistik BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani menyatakan musim kemarau tahun 2019 kondisinya cukup memprihatinkan. Setiap hari permohonan bantuan air mencapai 30 ribu liter.

Namun sejauh ini masih bisa tertangani, dengan banyaknya pihak, baik instansi, BUMD, BUMN, maupun swasta, yang ikut mendistribusikan air bersih.

"Kami ada data daerah yang kekurangan air bersih dan sudah dilalukan pengecekan. Sebaiknya satu pintu, sehingga distribusi air tepat sasaran," pungkasnya.
(ern/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com