Pria Sukabumi Tewas Diduga Gegara Penjambret, Polisi Sebut Kecelakaan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 09 Sep 2019 10:45 WIB
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Sukabumi - Andre Abdullah Arasyid tewas di Jalan Raya Sukalarang-Sukaraja, Kampung Gentong, Sukabumi, Jawa Barat. Nyawa remaja lelaki usia 18 tahun tersebut tak terselamatkan lantaran luka berat akibat terjatuh dari sepeda motor. Versi keluarga mengatakan Andre diduga menjadi korban penjambretan, sedangkan polisi menyebutnya sebagai kecelakaan lalu lintas.

Insiden itu terjadi Minggu (8/9) malam. Berdasarkan keterangan pihak keluarga korban, kejadian bermula saat Andre mengendarai motor memboncengkan tiga temannya untuk mengikuti pengajian. Dalam perjalanan itu, kata keluarga, penjambret yang mengendarai motor merampas ponsel milik Andre dari tangan satu rekannya.

Andre dan tiga temannya terjatuh. Andre tewas di tempat kejadian, sedangkan tiga temannya terluka. "Almarhum mau ke pengajian, berboncengan dengan teman-temannya. Malam tadi, teman almarhum di rumah sakit menceritakan kronologinya ke polisi. Katanya, lagi terangan jalan pakai handphone, tiba-tiba dijambret dari belakang," kata Ai Siti Nawiyah, ibu korban di rumah duka, Kampung Cigadog, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Senin (9/9/2019).

Ai memastikan tidak akan melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Ia menganggap peristiwa yang menimpa putranya merupakan musibah.

"Sudah takdirnya, kami keluarga menerima salah. Almarhum tidak punya SIM dan kondisinya juga berboncengan empat," ucap Ai.

Kasatlantas Polres Sukabumi AKP Kadek Vemil menyebut peristiwa tewasnya Andre itu diduga akibat kecelakaan lalu lintas. "Satu meninggal dunia, tiga lainnya luka-luka. Mereka menaiki motor bernopol F-4627-SK. Melaju dari arah Sukalarang menuju Sukaraja. Korban hilang kendali lalu oleng ke kanan dan menabrak tiang listrik," ujar Vemil.

Ia mengaku tidak mendapat informasi soal aksi kejahatan berkaitan dengan kematian Andre. "Kita belum menerima info soal itu (aksi penjambret). Kalau dugaan kita, korban kurang hati-hati saat membawa kendaraan," kata Vemil. (sya/bbn)