Perang Geng di Cirebon: Menantang Bahaya Melalui Jagat Maya

Sudirman Wamad - detikNews
Kamis, 05 Sep 2019 13:28 WIB
Satu orang tewas akibat perang geng di Cirebon. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Mohamad Indra Jaelani (18) warga Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, tewas akibat tawuran. Indra tewas setelah dikeroyok gerombolan remaja atau geng.

Kapolresta Cirebon AKBP Roland Ronaldy menceritakan kejadian nahas yang dialami Indra itu terjadi pada Senin (17/8/2019) lalu, tepatnya di sekitar wilayah Pasar Jagasatru, Kota Cirebon. Polisi mengamankan enam orang pelaku, dari tujuh orang yang diduga mengeroyok Indra.

"Satu pelaku masih DPO. Beberapa hari lalu kita amankan tiga pelaku, sebelumnya juga kita sudah mengamankan tiga pelaku lain," kata Roland di Mapolresta Cirebon, Kamis (5/9/2019).


Polisi telah membidik sejumlah geng yang kerap tawuran, termasuk dua geng yang terlibat tawuran hingga menewaskan Indra. "Kemarin sudah kita pantau, totalnya ada 15 kelompok yang sering tawuran. Ini tersebar di Kota Cirebon," kata Roland.

Belasan geng tersebut tentu mengancam kondusifitas daerah. Terlebih lagi, kata Roland, tawuran bagian dari media untuk membuktikan eksistensi suatu geng. Polanya, geng yang menang tawuran akan mendapatkan label terkuat di antara yang lainnya.

Lokasi dan waktu tawuran pun mereka atur tersendiri. Parahnya, mereka mengatur lokasi dan waktu tawuran melalui jagat maya atau media sosial (medsos). Tentunya melalui kode-kode yang hanya dimengerti oleh anggota geng.

"Modusnya itu mereka janjian untuk tawuran melalui kode-kode yang diunggah di medsos. Kode-kode tawuran ini disampaikan dari satu kelompok ke kelompok lain, mereka akan saling sahut," kata Roland.


Pelaku pengeroyok Indra adalah salah satu bagian dari geng yang mengikuti tren tersebut. Lewat jagat maya mereka menentang bahaya, mengatur ritme tawuran, tujuannya untuk mengelabui aparat.