Bagaimana Kelanjutan Kasus Hukum Ustaz Rahmat Baequni?

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 22 Agu 2019 14:34 WIB
Foto: Dony Indra Ramdhan
Bandung - Ustaz Rahmat Baequni telah ditetapkan sebagai tersangka penyebaran berita hoaks terkait isi ceramahnya mengenai anggota KPPS meninggal diracun. Lalu bagaimana penanganan kasus itu sampai saat ini?

Rahmat Baequni terseret masalah hukum pada bulan Juni 2019 lalu. Kala itu, video ceramahnya terkait anggota KPPS meninggal diracun viral di media sosial (medsos).

Rahmat lantas diamankan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar. Ia kemudian dijadikan tersangka atas perkara penyebaran hoaks.

Kanit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar AKP Edi mengatakan kasus Rahmat Baequni hingga saat ini masih ditangani penyidik. Pihaknya belum melimpahkan kasus itu ke kejaksaan karena masih dalam tahap penyidikan.

"Masih kami proses terus, masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi sampai dengan sekarang," ucap Edi saat dihubungi, Kamis (22/8/2019).

Menurut Edi, pemeriksaan saksi memang membutuhkan waktu. Sebab, kata dia, terkadang jadwal saksi yang dapat tak menentu.

"Terkadang saksi hari ini kita panggil, tapi yang bersangkutan kadang berhalangan hadir, kita jadwal ulang," tuturnya.

Penyidik memang tak menargetkan kapan perkara itu bisa selesai atau P21 untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan. Proses melengkapi berkas masih dilakukan.

"Kami sih ingin secepatnya," kata dia.

Meski belum dilimpahkan ke kejaksaan, Rahmat kini tetap harus menunaikan kewajibannya dengan wajib lapor ke Polda Jabar. Menurut Edi, Rahmat kooperatif dan kerap hadir selama waktu wajib lapor.

"Dia selalu datang, kooperatif kok," ucapnya.

Hal senada diungkapkan pengacara Rahmat, Hamynudin Fariza. Menurut dia, kliennya itu selalu kooperatif bila waktu wajib lapor.

"Beliau sangat baik ya selalu wajib lapor seminggu sekali mengikuti seusai aturan hukum," kata Hamynudin.

Pengacara berharap agar kasus tersebut bisa segera selesai. Pihaknya berharap agar kasus tidak masuk ke meja hijau.

"Semoga enggak ya, kasihan ustaz," ujarnya.

(dir/ern)