ADVERTISEMENT

Polisi Bandung Siapkan Alat Cegah Kecelakaan Akibat Pengemudi Mabuk

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Sabtu, 10 Agu 2019 10:55 WIB
(Foto Ilustrasi oleh Edi Wahyono/detikcom)
Bandung - Guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan minuman beralkohol, polisi akan memperketat pemeriksaan terhadap pengendara. Polisi akan melakukan tes menggunakan alat pendeteksi kadar alkohol.

Alat tersebut merupakan yang pertama. Alat pendeteksi buatan Jerman ini, sedang dalam tahap penyempurnaan. Satlantas Polrestabes Bandung tengah bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Unpad.


Kasatlantas Polrestabes Bandung Kompol Bayu Catur Prabowo mengatakan selama ini banyak terjadi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan pengemudinya mengkonsumsi minuman beralkohol. Dengan alat yang tengah disiapkan ini, diharapkan dapat mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

"Biasanya pengguna alkohol ini yang biasa kita nilai cuma secara langsung 'ah ini bau alkohol, ah ini mabuk' tapi kadar alkohol yang dikonsumsinya kita tidak tahu. Nah nanti dengan alat itu, kita akan tes," ucap Bayu di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Sabtu (10/8/2019).

Menurut Bayu, alat tersebut cocok digunakan di Kota Bandung. Mengingat Bandung sebagai salah satu kota besar, berbagai minuman keras (miras) mudah ditemukan.

"Kita akan lihat sejauh mana situasi di Kota Bandung ini. Karena Bandung tempat hiburan ada, tempat jual minuman ada. Bahkan ada juga orang yang minumnya di rumah, terus dia keluar rumah pakai kendaraan," tuturnya.


Bayu menambahkan meski belum terlihat data kecelakaan yang disebabkan pengemudi mabuk, namun hal tersebut menjadi salah satu faktor timbulnya kecelakaan lalu lintas yang perlu dicegah. Nantinya bila alat ini digunakan, petugas yang melakukan tes akan melihat sejauh mana kadar yang alkohol yang diminum. Bila diyakini akan mengganggu, pengemudi akan diminta tak berkendara.

"Kita masih tunggu alatnya. Kemarin informasi dari kedokteran Unpad sudah masuk kalibrasi di Singapura setelah selesai uji coba, harapannya bisa secepatnya. Ada 30 orang yang dilatih dari Satlantas Polrestabes Bandung," ucap Bayu. (dir/tro)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT