Ratusan Hektare Terumbu Karang Rusak Tercemar Tumpahan Minyak Pertamina

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Kamis, 08 Agu 2019 12:54 WIB
Ratusan hektare mangrove rusak akibat tercemar tumpahan minyak Pertamina di Karawang. (Foto: dok. Istimewa)
Karawang - Tumpahan minyak Pertamina di perairan Karawang, Jawa Barat, terus meluas. Ratusan hektare terumbu karang kena dampak dan berpotensi rusak. Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Karawang merilis data jumlah terumbu karang yang terdampak mencapai 234 hektare yang tersebar di delapan wilayah.

Perinciannya: Karang Kapalan 48 hektare, Karang Bengkok 18 hektare, Karang Badengan 27 hektare, Karang Grabad 25 hektare, Karang Sedulang 37 hektare, Karang Areng 18 hektare, Karang Meja 29 hektare, dan gugus Pulo Pasir 32 hektare.

"Kami menghitung lima item yang terindikasi terdampak tumpahan minyak, yaitu jumlah nelayan tangkap, pelaku usaha budi daya, petambak garam, terumbu karang, dan mangrove," kata Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Karawang Hendro Subroto, Kamis (8/8/2019).


Tercemarnya sejumlah gugusan terumbu karang dimulai sekitar 3 pekan lalu. Saat pencemaran dimulai pada 12 hingga 18 Juli lalu, tumpahan masih jauh dari terumbu karang.

"Namun pada citra satelit Lapan tanggal 21 Juli 2019, tumpahan minyak meluas hingga ke terumbu karang Ciparage maupun Sendulang," kata Yuda Febrian Silitonga dari Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai Citarum, Kamis (8/8/2019).

Yuda menuturkan, tumpahan oil spill di laut berdampak buruk bagi ekosistem. Saat minyak tumpah ke perairan, kata Yuda, minyak dapat terapung, tenggelam larut, dan menguap di perairan.

Akibat tumpahan minyak, terumbu karang bakal mengalami efek letal atau mengganggu sel terumbu karang hingga mati. Terumbu karang juga bisa mengalami efek subletal.

"Bahkan secara langsung menyebabkan kematian atau secara tidak langsung mengganggu proses respirasi dan fotosintesis hewan zoozenthela pada karang hingga menyebabkan kematian dalam jumlah besar," ucap dia.


Menurut Yuda, tumpahan minyak juga diketahui telah mencemari ekosistem mangrove di Karawang, seperti Cilebar, Sedari, Tambak Sumur, dan Pantai Beting-Bekasi. "Bahkan untuk Cilebar-Karawang diketahui telah terjadi kematian 1.000 pohon yang terdiri dari bakau serta api-api. Di Pantai Beting di Bekasi ada 20 persen pohon bakau yang mati dari keseluruhan ekosistem mangrove-nya," ungkap Yuda.

Saat memeriksa sejumlah lokasi terdampak dan mengambil beberapa sampel, Yuda menemukan lapisan minyak telah menutupi sistem perakaran mangrove sehingga mulut-mulut lenti sel terputus. "Minyak juga menutupi kulit kayu, akar penyangga, dan pheumatophora, yang menurunkan kadar oksigen dalam akar mangrove," kata Yuda.

Dinas Perikanan dan Kelautan Karawang merilis data ada 10 lokasi hutan mangrove yang terindikasi tercemar. Rinciannya: Cemarajaya 16 hektare, Sedari 3.897 hektare, Sukajaya 57 hektare, Sukakerta 78 hektare, Muara 108 hektare, Tanjung Pakis 2.989 hektare, Tambaksari 1.967 hektare, Muara Baru 256, Pusakajaya Utara 2.890 hektare, dan Sumber Jaya 1.245 hektare.

Ratusan Hektare Terumbu Karang Rusak Tercemar Tumpahan Minyak PertaminaFoto: Luthfiana Awaluddin
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mewanti-wanti Pertamina untuk bertanggung jawab ihwal kerusakan ekosistem akibat pencemaran di perairan Karawang.

"Memperbaiki mangrove dan ekosistemnya kita butuh waktu. Tapi karena ini bencana korporasi, Pertamina harus bertanggung jawab tidak hanya manusia, tapi juga makhluk-makhluk hidup, tumbuhan, hewan ikan yang harus di-recovery," kata Ridwan saat meninjau wilayah terdampak di Cemarajaya kemarin.



Minyak Mentah Tumpah di Pantai Cilamaya, Nelayan Merugi:

[Gambas:Video 20detik]

(tro/tro)