detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 10:59 WIB

Round-Up

Kisah Stadion GBLA: Korupsi, Pembunuhan dan Kini Rusak Terbengkalai

Mochamad Solehudin - detikNews
Kisah Stadion GBLA: Korupsi, Pembunuhan dan Kini Rusak Terbengkalai Stadion GBLA kini rusak dan terbengkalai. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang terletak di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, kondisinya kini begitu memprihatinkan. Stadion berkapasitas 38 ribu penonton itu terbengkalai dan mengalami sejumlah kerusakan.

Sejak awal pembangunannya, stadion yang diklaim bertaraf internasional ini memang sedikit bermasalah. Skandal kasus korupsi juga ikut mewarnai pembangunan sarana olahraga yang digagas oleh mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada.

Pada 2015 saat Ridwan Kamil menjabat sebagai Wali Kota Bandung, kasus korupsi pembangunan mencuat. Penyidik dari Mabes Polri turun memeriksa sejumlah pejabat di Pemkot Bandung. Mereka menggeledah Kantor Dinas Tata Ruang Cipta Karya dan PT Adhi Karya. Dalam penggeledahan tersebut penyidik dari Bareskrim mengamankan sejumlah dokumen.

Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan satu orang ASN atau PNS Yayat Ahmad Sudrajat sebagai tersangka. Di persidangan terungkap, Yayat yang saat itu menjabat Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) tahun 2009 hingga 2010 dinilai telah menyalahgunakan wewenang dalam proyek pembangunan senilai Rp 546.535.430.000. Adapun kerugian negara mencapai Rp 103 miliar lebih. Yayat pun divonis hakim 5,5 tahun penjara.


Setelah itu, pada 30 April 2015 lalu, mantan Kabareskrim Komjen Budi Waseso meninjau langsung kondisi stadion tersebut. Dia memeriksa konstruksi dan struktur bangunan dari stadion. Hasilnya memang cukup memprihatinkan. Tanahnya ambles sedalam 75 centimeter. Selain itu, pada 2015 silam banyak fisik bangunan yang tidak sesuai pengerjaannya. Misalnya saja dinding stadion yang harusnya kokoh, namun kenyataannya banyak terdapat retakan.

Kondisi itu, sempat terselamatkan setelah pada 2016 lalu Stadion GBLA dijadikan tempat pembukaan PON XIX Jabar. Berbagai perbaikan terus dilakukan demi menggelar pembukaan event akbar tersebut. Setelah itu, GBLA kembali bersinar namanya. Tim sepak bola kebanggaan warga Jabar, Persib Bandung, juga menjadikan Stadion GBLA sebagai markasnya. Berbagai laga penting digelar di stadion tersebut.

Namun pasca kasus meninggalnya suporter The Jack Mania Haringga Sirla saat laga Persib Bandung Vs Persija Jakarta pada Minggu (23/9/2018) lalu, Stadion GBLA kembali ditinggalkan. Stadion tersebut tidak lagi digunakan Persib Bandung sebagai markasnya.


Kondisi stadion kebanggaan warga Kota Bandung ini kini cukup memprihatinkan. Rumput-rumput liar mulai menutupi sebagian kawasan stadion yang dibangun dengan anggaran mencapai Rp 545 miliar. Sejumlah fasilitas nampak mulai rusak karena kurangnya perawatan.

Di sekitar parkir utara, gerbang biru, Stadion GBLA nampak dipenuhi banyak rumput liar. Fasilitas pendukung berupa toilet juga terlihat rusak dan tidak terurus. Seperti wastafel dan kloset sudah hilang dan air tidak mengalir. Di pintu gerbang masuk sisi utara nampak retakan pada dinding stadion tersebut. Seperti di pintu T, pintu R dan O. Papan petunjuk arah juga nampak rusak dan begitu memprihatinkan.

Sementara pada bagian dalam stadion, juga terdapat beberapa kerusakan. Seperti pagar rusak dan sejumlah retakan. Di lintasan lari juga terlihat retakan. Kemudian di bagian atap stadion juga nampak sebuah kerusakan.


Rusak dan terbengkalainya Stadion GBLA sampai terdengar di telinga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Mantan Wali Kota Bandung periode 2013-2018 itu cukup prihatin mendengar kabar tersebut. Dia bahkan siap membantu Pemkot Bandung untuk mengelola stadion yang diresmikan pada 2009 lalu. Emil sapaan akrab Ridwan Kamil bahkan menawarkan agar Stadion GBLA diserahkan ke Pemprov Jabar untuk dikelola.

"Kalau enggak sanggup (rawat), kasih saja ke Pemprov, dengan senang hati kita urus," kata Emil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (17/7/2019).

Kisah Stadion GBLA: Korupsi, Pembunuhan dan Kini Rusak TerbengkalaiFoto: Mochamad Solehudin
Menanggapi tawaran tersebut, Wali Kota Bandung Oded M Danial menyatakan, perlu duduk bersama antara Pemkot dan Pemprov untuk membahas hal itu. Karena menurutnya tawaran itu perlu dibahas secara matang.

"Nanti kita lihat saja dulu, kalau Pak Gub (Ridwan Kamil) bilang begitu, saya diskusi dulu, komunikasi dulu," kata Oded saat ditemui di Stadion GBLA, Gedebage, Kota Bandung, Rabu (17/7/2019) sore.

Meski begitu, Oded menegaskan, akan tetap berusaha mengelola stadion seharga Rp 545 miliar itu. Dia bersama jajarannya akan mencari jalan terbaik agar Stadion GBLA bisa dimanfaatkan secara maksimal. "Ya kita upayakan dulu (mengelola) sendiri. Tapi skemanya apa kita sendiri (yang kelola) atau sama orang lain (pihak ketiga)," ucapnya.

Karena menurutnya, peluang untuk menggandeng pihak ketiga dalam mengelola stadion tersebut sangat terbuka lebar. Apalagi saat ini pihaknya telah memiliki Perda Kerja Sama Pengelolaan Barang Aset Daerah.

"Kita sudah punya Perda-kan, ada peraturannya, saya buat payung hukumnya dulu, saya enggak mau buat kebijakan tanpa payung hukum. Oleh karena itu kita tunggu (karena masih ada masalah serah terima aset)," katanya.

Disinggung mengenai peluang PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menjadi pihak ketiga yang digandeng untuk mengelola stadion, Oded menyebut sangat memungkinkan. Hanya saja, lanjut dia, PT PBB bukan satu-satunya pihak yang bisa menjadi pengelola stadion berkapasitas 38 ribut penonton itu. Sebab pihaknya akan menggelar lelang terkait pengelolaan sehingga siapapun berhak menjadi pengelola, bukan hanya PT PBB saja.


Sementara itu Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyatakan memang masih ada kendala terkait serah terima aset. Dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih ditemukan aset senilai Rp 4,7 miliar yang belum diserahterimakan ke Pemkot Bandung.

Hal itu, kata Yana, menjadi batu sandungan bagi Pemkot Bandung untuk bisa menggandeng pihak ketiga dalam pengelolaan stadion yang diresmikan pada 10 Mei 2013 lalu itu.

"Nah ini yang belum ada titik temu, karena menurut versi Adhi Karya sudah selesai semua. Kami kan sulit menghapus karena itu temuan. Karena itu kemarin seizin Pak Wali kita membuka kembali komunikasi dengan Adhi Karya. Mudah-mudahan bisa serah terima tahap kedua," katanya.

Disinggung kapan bisa menggelar lagi pertandingan resmi sepak bola terutama untuk Persib Bandung, dia tidak menjawab secara tegas. Hanya saja dia pastikan Stadion GBLA ini aman untuk digunakan.

"Prinsipnya gini, Pemkot meyakinkan masyarakat, GBLA ini bisa dimanfaatkan secara aman, nyaman dan mudah-mudahan kalau kita lihat strukturnya memungkinkan ini menjadi standar FIFA dan UEFA," ucapnya.

"Saya kan Ketua PSSI Kota Bandung, punya kepentingan juga untuk GBLA agar bisa digunakan Persib termasuk bibit muda," ujarnya.

Kisah Stadion GBLA: Korupsi, Pembunuhan dan Kini Rusak TerbengkalaiFoto: dok.Humas Pemkot Bandung
Dalam kesempatan itu, dia juga mengajak masyarakat untuk ikut bebersih bareng Stadion GBLA pada Sabtu (20/7/2019) mendatang. Hal ini diharapkan bisa berdampak positif terhadap kondisi Stadion GBLA yang kini rusak dan terbengkalai.

"Oleh karena itu kita harap ada kolaborasi gotong royong dari masyarakat yang cinta terhadap GBLA ini. Kalau yang di dalam itu sudah terawat ya, anggaran itu relatif untuk pemeliharaan di dalam. Kalau di luar itu punteun (maaf), selama ini belum bisa karena tidak sempat dibersihkan. Karena itu kita harap masyarakat babat (rumput) di sini," ujarnya.

Simak Video "Ridwan Kamil soal Wacana Pembentukan Bogor Raya: Bukan Urgensi"
[Gambas:Video 20detik]

(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed