detikNews
Minggu 14 Juli 2019, 08:37 WIB

Roundup

Permintaan Suami Komsatun agar Pemutilasi Istrinya Dihukum Mati

Wisma Putra - detikNews
Permintaan Suami Komsatun agar Pemutilasi Istrinya Dihukum Mati Suami Komsatun berharap pemutilasi istrinya dihukum mati (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung - Komsatun Wachidah (51), PNS Kemenag Kota Bandung, tewas dimutilasi oleh teman prianya Prianto Deni di sebuah kontrakan yang berada di belakang tempat futsal BSD di Jalan Rancamekar, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.

Sebelum dikabarkan tewas dimutilasi, Komsatun izin kepada suaminya Soib (51) untuk menservice mobil.

"Istri saya meninggalkan rumah Minggu, (7/7) sekitar Pukul 09.00 WIB, dengan alasan mau ke bengkel. Saya jawab hati-hati. Saya ada di luar dekat tangga, pakaian apa yang dipakai, tidak memperhatikan, dia hanya bilang mau ke bengkel sebentar," kata Soib kepada detikcom, Sabtu (13/7) di kediaman Ketua RW 21 di Kecamatan Cileunyi.


Soib kalang kabut mencari istrinya yang tak kembali pulang. Menurutnya, istrinya itu menunjukkan gelagat berbeda kepada dirinya.

"Saya tanya, tidak menggubris, sudah kosong (pandangan), seperti sudah tidak kenal saya," ujarnya.

Sikap dingin yang ditunjukkan Komsatun kepadanya dianggap sebagai hal biasa. Soib menganggap istrinya itu lelah.

"Kehidupan keluarga normal, mungkin dia capek pulang dari kantor. Saya tidak diajak makan, biasanya suka ngajak makan atau nanya ayah mau minum apa, ini cuek aja. Setelah itu dia nongkrong lagi di komputer bahkan nyanyi-nyanyi," ungkap dia.


Sehari hilang tak ada kabar, Soib iseng membuka Facebook milik istrinya. Ia tercengang setelah melihat percakapan istrinya bersama pria lain.

"Setelah kejadian itu, saya curiga. Saya iseng buka akun Facebook dia, karena hari minggu itu dia sudah tidak mengenali saya. Pokoknya Sabtu-Minggu sudah kosong. Saya lihat Facebook ada inbox yang masuk sama laki-laki ngomongin saya. Langsung ATM saya blok, Senin itu juga," jelasnya.

Mengetahui hal tersebut, ia semakin curiga bila istrinya menjadi korban kejahatan. Selain itu, istrinya juga pergi meninggalkan rumah dengan membawa BPKB mobil.

Soib (51) berharap pembunuh istrinya Deni Prianto dihukum mati. Tindakannya sudah melebihi binatang. "Harapan saya kasus istri saya supaya hukuman kepada pelaku sesuai hukum yang berlaku," kata Soib.

"Sudah seperti binatang, bukan seperti binatang lagi. Binatang dipotong masih dielus-elus. Ini sampai dibakar. Jadi biadab sekali. Saya mohon hukuman mati, tidak ada ampun lagi," pungkas dia.


Asmara Jadi Motif di Balik Aksi Keji Mutilasi di Banyumas:



Simak Video "Asmara Jadi Motif di Balik Aksi Keji Mutilasi di Banyumas"
[Gambas:Video 20detik]

(mud/mud)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed