detikNews
Jumat 12 Juli 2019, 08:42 WIB

Kesaksian Eks Napi Lapas Cirebon dan Bandung Soal Penyimpangan Seks

Dadang Hermansyah - detikNews
Kesaksian Eks Napi Lapas Cirebon dan Bandung Soal Penyimpangan Seks Foto: Dadang Hermansyah
Tasikmalaya - Fenomena seks menyimpang gay dan lesbian di rutan dan lapas terungkap. Faktor utama munculnya gejala itu karena keadaan. Berikut penuturan ASY, eks napi Lapas Cirebon dan Bandung.

Saat ditemui di Tasikmalaya, ASY membenarkan hal tersebut. la mengetahuinya karena sempat keluar masuk bui gegara kasus narkoba. Menurutnya penyimpangan seks tersebut umumnya dilakukan oleh warga binaan yang sering keluar masuk.

"Fenomena penyimpangan seks di Lapas itu betul adanya, yang pernah saya alami terutama saat di Bandung dan terakhir di Cirebon," ujar ASY saat ditemui dikediamannya di Tasikmalaya, Jumat (12/7/209).

Menurut ASY, faktor penyimpangan seks di dalam Lapas dan Rutan karena faktor keadaan dan kebutuhan. Bukan hanya kebutuhan biologis tapi juga kebutuhan materi dan menyalurkan emosi karena pengaruh narkoba. Meski dalam bui, napi narkoba masih bisa mengkonsumsi narkoba yang berhasil diselundupkan oleh oknum.

"Karena pengaruh narkoba juga jadi ada penyimpangan seks sesama jenis. Muncul khayalan halusinasi seperti melihat wanita padahal pria. Mungkin itu karena lamanya berada di dalam (Lapas)," ungkapnya yang baru keluar dari Lapas tahun 2015 lalu.

ASY menuturkan prilaku tersebut dominan dilakukan oleh napi yang memiliki cukup materi. Bila ada napi lain yang bersih, putih cakep yang disukai, terutama sasaran napi baru akan didekati. Kemudian diberi iming-iming mulai dari narkoba sampai kebutuhannya dipenuhi, makanan atau yang lainnya.

"Ditawari narkoba, kalau tidak mau dibeliin apa yang jadi kebutuhannya. Ada juga faktor ketakutan. Bahkan juga diajak nonton film di handphone. Memang handphone tidak boleh, tapi ya oknum kucing-kucingan saja sama petugas," tutur ASY yang didampingi ASU yang juga sesama eks napi.

Bahkan sempat ada kejadian gegara memperebutkan pria yang disukai, sesama napi pria sampai berkelahi karena cemburu. Menurut ASY kondisi penyimpangan seks di Lapas dan Rutan sudah hal yang biasa.

"Sebetulnya menurut saya ini sudah bukan fenomena yang aneh. Kalau kegiatan pembinaan sebetulnya full diikuti dari olahraga sampai pengajian," ucapnya.

ASY yang sempat merasakan lamanya dihukum di Lapas mengaku juga ada hasrat melihat pria yang ganteng dan bersih. Namun tak sampai melakukan penyimpangan seks.

"Penyimpangan seks di Lapas itu biasanya dilakukan oleh napi yang sering keluar masuk. Kalau yang hanya sekali jarang, kecuali yang memang sudah bawaan dari luar," tegasnya.

ASY menyatakan sulit mencari solusi guna mencegah penyimpangan seks tersebut. Karena itu sudah menjadi kebiasaan dan kebutuhan. Selama kebutuhan di dalam Lapas tercukupi maka semuanya akan tutup mulut.



(ern/err)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed