Enam Persimpangan Penyebab Macet Uji Coba Rekayasa Lalin Bandung

Mochamad Solehudin - detikNews
Kamis, 11 Jul 2019 14:54 WIB
Peta uji coba rekayasa sejumlah jalan di Kota Bandung. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Peta uji coba rekayasa sejumlah jalan di Kota Bandung. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Jakarta - Polrestabes Bandung dan Pemkot Bandung mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Sukajadi, Cipaganti dan Setiabudi. Namun uji coba di hari pertama ini menyebabkan kemacetan di sejumlah titik.

Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza yang memimpin uji coba mengatakan kepadatan memang terjadi di sejumlah ruas jalan. Kemacetan terjadi terutama di titik pertemuan kendaraan.


Contohnya di persimpangan Jalan Cipaganti-Pasteur dan Eykman-Sukajadi. Di dua lokasi itu terjadi kepadatan akibat pertemuan kendaraan dari beberapa arus menuju kawasan tersebut.

"Saat ini terpantau titik kemacetan di Cipaganti-Pasteur karena memang di sini titik pertemuan mulai dari (Jalan) Rivai, dari Cipaganti, kemudian dari Pasteur ini bertemunya di sini. Terus Sukajadi bawah, di titik Eykman itu juga jadi titik pertemuan. Dua titik ini harus diantisipasi," kata Reza saat ditemui di Jalan Cipaganti, Kamis (11/7/2019).

Reza menuturkan, kemacetan di titik tersebut sudah diprediksi sejak awal. Karena dia menilai, masih banyak warga yang kebingungan dengan rekayasa lalu lintas. Dia bahkan memprediksi kepadatan ini masih akan terjadi selama masa uji coba. Sebab rekayasa ini ikut mengubah pola berkendara warga sehingga perlu adaptasi.

"Kepadatan bisa terjadi selama kurang lebih seminggu. Sepekan ini pasti akan terjadi kepadatan karena mengubah kebiasaan, apalagi mengubah kebiasaan satu kawasan itu memang agak sulit," ucapnya.


Meski begitu, dia mengklaim rekayasa yang dilakukan cukup memberi dampak positif terutama di Jalan Sukajadi dan Cipaganti. Di jalan-jalan tersebut arus kendaraan relatif lebih lancar.

"Jalur Cipaganti dari atas ke bawah itu lancar. Kemudian jalur Sukajadi juga lebih lancar. Tapi titik simpul ini yang padat karena awal dari titik rekayasa," katanya.

Ia menambahkan, ada beberapa hal yang menjadi perhatian dalam uji coba hari pertama ini. Di antaranya penempatan petugas di titik-titik kemacetan dan persimpangan.

"Untuk jalur bawah sini (Cipaganti-Pasteur) akan diaktifkan lagi traffic light. Saat ini masih kita flashing karena memang masih menguras arus yang ramai," ujarnya.


Sementara itu Kepala Seksi Manajemen Transportasi Dishub Kota Bandung Sultoni menyebutkan, ada enam titik persimpangan yang menjadi perhatian utama dalam rekayasa lalu lintas kali ini. Persimpangan ini menjadi titik pertemuan kendaraan seputar Sukajadi dan Cipaganti termasuk persimpangan jalan alternatif seperti Jalan Cemara dan Eykman.

"Kita harap adanya rekayasa ini bisa mengurai kemacetan pada kawasan ini. Karena hari ini uji coba pola perjalanan masyarakat masih kaget. Mudah-mudahan beberapa hari ke depan sudah terbentuk polanya," kata dia.

Pihaknya juga akan terus melakukan evaluasi selama proses uji coba yang dilakukan. Mulai dari penempatan petugas hingga rambu-rambu lalu lintas yang perlu disiapkan.

"Nanti setelah evaluasi kita ketemu polanya, akan bikin rambu permanennya setelah evaluasi. Apa memang masih layak atau enggak," ujarnya.

Simak Video "Begini Rekayasa Lalin Saat Pembangunan Simpang Susun Tol Cisumdawu"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/tro)