324 Pria dan 10 Wanita Huni Lapas Ciamis, Ada Seks Menyimpang?

Dadang Hermansyah - detikNews
Kamis, 11 Jul 2019 13:49 WIB
Lapas Kelas II B Ciamis (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Ciamis - Fenomena napi gay-lesbian dalam lapas dan rutan di Jabar menjadi sorotan. Bagaimana dengan kondisi warga binaan di Lapas Ciamis yang saat ini kelebihan daya tampung?

Kepala Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Ciamis Fajar Nur Cahyono mengakui penjara yang diawasinya ini sudah kelebihan kapasitas. "Kondisi di Lapas Ciamis overkapasitas, dari kapasitas daya tampung sekitar 160 orang, sekarang isinya sampai 334 orang. Terdiri 324 pria dan 10 wanita," kata Fajar di Lapas Kelas II B Ciamis, Jalan Ir H Juanda, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (11/7/2019).


Beberapa waktu lalu, pihak Kemenkum HAM Jabar mengungkap dampak overkapasitas penjara membuat napi jadi gay dan lesbian. Apakah ada perilaku tersebut atau aktivitas seks menyimpang di Lapas Ciamis?

"Sejauh ini belum menemukan indikasi prilaku menyimpang seperti," ujar Fajar mengklaim.

Menurut Fajar, kondisi overkapasitas memang dapat menjadi salah satu pemicu sebagian warga binaan bertindak di luar kebiasaan. Overkapasitas membuat luas ruangan dan area penjara menjadi lebih sempit. Sehingga, sambung dia, intensitas warga binaan berinteraksi sangat sering terjadi.


Maka itu, guna mencegah seks menyimpang di area penjara, Fajar sudah menyiapkan langkah-langkah pencegahan. "Memang dengan overkapasitas, intensitas ketemu itu lebih, terus muncul rasa empati-simpati jadi bisa saja menimbulkan itu (seks menyimpang)," ucapnya.

"Mereka perlu diawasi dan diperhatikan. Kalau mereka tak diawasi, tak diajak bersosialisasi, tentu merasa tak diperhatikan, bisa berprilaku menyimpang," Fajar menambahkan.

324 Pria dan 10 Wanita Huni Lapas Ciamis, Ada Seks Menyimpang?Kalapas Kelas II B Ciamis Fajar Nur Cahyono. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Kini, kata Fajar, Lapas Ciamis sering melaksanakan pembinaan di bidang kerohanian atau keagamaan. Mulai dari salat berjamaah hingga pengajian-pengajian untuk warga binaan beragama Islam.

Selain itu, pihak lapas mengoptimalkan pembinaan keterampilan bimbingan kerja dan olahraga seperti futsal, voli dan tenis meja.

"Dengan berbagai kegiatan yang mereka lakukan tentunya dapat mencegah berprilaku menyimpang. Mereka akan selalu berpikir positif. Interaksi mereka dapat kami pantau. Kunjungan keluarga kami buka seluas-luasnya dari Senin sampai Sabtu. Intinya kami perhatikan mereka dengan humanis," tuturnya.


Pihak Lapas Ciamis pun rutin mengumpulkan kepala kamar untuk menampung keluhan dan permasalahan di lingkungan penjara, termasuk perilaku warga binaan.

"Kami menampung keluhan mereka seperti kurang nyaman, boleh disampaikan. Kami menerima kritik dan saran, selama penyampaiannya beretika dan baik. Langkah mengayomi mereka diutamakan, semua baik," kata Fajar.

Simak Video "Lapas Ciamis Over Kapasitas, Ada Seks Menyimpang?"
[Gambas:Video 20detik]
(bbn/bbn)