detikNews
Rabu 26 Juni 2019, 15:31 WIB

Memprihatinkan, Dua ODGJ di Buahbatu Bandung Dirantai Keluarga

Mochamad Solehudin - detikNews
Memprihatinkan, Dua ODGJ di Buahbatu Bandung Dirantai Keluarga Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - Kondisi tiga warga penderita gangguan jiwa (ODGJ) di RW 08, Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung, memprihatinkan. Dua di antaranya bahkan terpaksa dirantai keluarga karena khawatir mengganggu warga sekitar.

Dua warga bernama Ude (50) dan Iis (46) terpaksa dirantai keluarga karena mengalami gangguan jiwa. Sementara satu orang lagi yaitu Ida (40) yang juga mengalami gangguan jiwa sedang hamil besar.

Saat detikcom mengunjungi rumah Ude, kondisinya terlihat memprihatinkan. Sehari-hari dia tinggal di dalam kamar pengap dengan kaki kanan terikat dengan rantai. Pihak keluarga dengan berat hati harus mengurungnya karena takut menganggu warga sekitar.

"Sudah setahun dirantai kaya gini, soalnya suka ngamuk, kalau keluar suka ngerusak rumah, ngelempar kaca rumah," kata Kana (75), ayah dari Ude, saat ditemui di rumahnya, di Gang Neglasari RT 04/08, Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung, Rabu (26/6/2019).

Dia menyatakan, anaknya sudah cukup lama mengalami gangguan jiwa. Pihaknya juga sudah beberapa kali membawa anaknya itu ke rumah sakit.

"Sudah bulak balik ke rumah sakit sampai 20 kali. Pernah dirukyah juga sekali," ucapnya.

Tidak jauh dari rumah Ude, kondisi memprihatinkan juga dialami oleh Iis (46). Saat detikcom menyambangi rumahnya, Iis terlihat duduk di dalam kamar khusus yang disiapkan keluarga.

Wanita berusia 46 tahun itu tampak lusuh dengan kaki kiri terikat rantai sepanjang lima meter. Pihak keluarga terpaksa mengurung Iis karena mengalami gangguan jiwa dan khawatir mengganggu warga.

"Dari 2005 sudah sakit, trauma suaminya bunuh diri," kata Mustaqin (80) ayah Iis, saat ditemui di kediamannya.

Dia juga juga mengaku, telah mencoba mengobati anaknya itu. Namun upayanya selalu gagal karena Iis selalu menolak pengobatan yang dilakukan. Selama ini dia bersama keluarga lainnya hanya bisa melakukan upaya seadanya.

"Dirantai lima meter bisa ke kamar mandi, makan minum. Ini karena terpaksa takut mengganggu orang atau tetangga. Suka dikasih obat juga tapi enggak mau," ujarnya.

Beberapa puluh meter dari rumah Iis, pengidap gangguan jiwa lainnya Ida (40) terlihat tengah duduk di teras depan rumahnya. Dia duduk sendiri sambil memegang perutnya yang tengah hamil besar.

Saat menyambangi kediaman Ida, detikcom diantar oleh petugas Satgas Dinsosnangkis Hastuti. Dari keterangan Hastuti itu dijelaskan, Ida saat ini tinggal bersama adiknya.

Ida, kata Hastuti, mengalami gangguan jiwa sejak bercerai dengan suaminya. Dia bahkan dikaruniai dua orang anak dari pernikahannya itu.

"Dia sekarang tinggal bersama adik bungsu, dia sudah punya dua anak dari suami yang dulu," katanya.

Dia menuturkan, Ida sering bepergian ke luar kota tanpa sepengetahuan pihak keluarga. Seperti ke Tasik, Garut dan daerah lainnya. Namun mirisnya saat kembali ke rumahnya dia diketahui telah berbadan dua.

"Memang gitu, sering jalan-jalan sampai ke Garut ke Tasikmalaya. Tapi pas pulang ke sini kondisi sudah hamil. Ini sudah kali ketiga, kehamilan sebelumnya itu anaknya meninggal," ucapnya.

Pihaknya saat ini terus memantau perkembangan kehamilan dari Ida. Berbagai penanganan sudah dilakukan demi menjaga kesehatan Ida dan calon bayinya itu.

"Kami sering mengecek kehamilannya sekarang, takut ada apa-apa," ujarnya.
(mso/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com