detikNews
Sabtu 22 Juni 2019, 13:59 WIB

Ancaman Penjara di Bawah 5 Tahun, Ramat Baequni Tak Ditahan Polisi

Mochamad Solehudin - detikNews
Ancaman Penjara di Bawah 5 Tahun, Ramat Baequni Tak Ditahan Polisi Meski berstatus tersangka, Rahmat Baequni tak ditahan polisi. (Foto: Instagram Rahmat Baequni)
Bandung - Polisi tidak melakukan penahanan terhadap Rahmat Baequni, tersangka kasus penyebaran hoaks KPPS meninggal diracun. Dia tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun.

"Hasil gelar perkara unsur yang terpenuhi adalah Pasal 14 ayat 2 Undang-undang nomor 1 tahun 1946, di mana ancaman hukumannya tidak sampai 5 tahun. Jadi tidak ditahan," ucap Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jabar Kombes Samudi melalui pesan singkat, Sabtu (22/6/2019).


Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko juga membenarkan tidak dilakukan penahanan terhadap Rahmat Baequni. Alasanya, ancaman hukuman yang diterapkan di bawah lima tahun.

"Yang bersangkutan ada terapan pasalnya. Terapan pasalnya sebagaimana diatur dalam UU 146 pada tata cara hukum pidana. Di antaranya penerapannya Pasal 14 ayat A, kalau 14 ayat A cenderung hukumannya di bawah 5 tahun," katanya via telepon.

Selain itu, kata Truno, pihak kuasa hukum Rahmat juga mengajukan permohonan agar kliennya tidak ditahan. Pihaknya tidak mempermasalahkan hal itu karena sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Kalau permohonan ia dimasukan, ya silahkan juga dari tim pengacara. Tapi kalau di sini aspek (pasal) yang kita terapkan," ujarnya.


Diberitakan sebelumnya, polisi telah menetapkan Rahmat Baequni sebagai tersangka kasus video ceramah anggota KPPS meninggal diracun. Meski berstatus tersangka, pada Jumat (21/6) malam, Rahmat meninggalkan Polda Jabar dan tidak dilakukan penahanan.

"Enggak, enggak ditahan. Jadi ini bukan penangguhan. Barusan saya bersurat ke Polda, rujukannya ke Krimsus untuk meminta tidak ditahan. Statusnya kan sudah tersangka tapi minta tidak ditahan," kata Hamynudin Fariza, pengacara Rahmat saat dihubungi, Jumat (21/6/2019).


Jadi Tersangka, Rahmat Baequni: Saya Cuma Kutip Berita di Medsos
(mso/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed