detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 12:09 WIB

Kecelakaan Maut Di Cipali

Ketua RT: Amshor Dibayangi Perasaan Takut Dibunuh

Sudirman Wamad - detikNews
Ketua RT: Amshor Dibayangi Perasaan Takut Dibunuh Foto: Kecelakaan beruntun di Tol Cipali tewaskan 12 orang (Dok. Istimewa)
Cirebon - Kecelakaan maut melibatkan bus Safari di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang menewaskan 12 orang masih menjadi misteri. Amshor (29), pria asal Cirebon yang menumpang bus Safari Lux, menjadi penyebab kecelakaan maut tersebut. Ia menyerang sang sopir bus dan berupaya mengambil alih kemudi.

Amshor mengaku mendengar percakapan telepon sopir bus terkait rencana pembunuhan terhadapnya. Atas dasar itu, Amshor menyerang dan mengambil alih kemudi. Imbasnya, bus tak terkendali, kemudian berpindah jalur dan menabrak kendaraan lain. Siapakah Amshor si penyerang sopir bus?


detikcom menelusuri kediaman Amshor, tepatnya di RT 1 RW 2 Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Kediaman Amshor terlihat sepi. Tidak ada aktivitas. Tak satu pun perwakilan keluarga yang bisa ditemui.

Ketua RT 1 RW 2 Kelurahan Watubelah, Rusbandi mengatakan, Amshor dikenal sebagai pribadi yang baik dan supel. Ia mengaku kaget mendengar kejadian kecelakaan maut di Tol Cipali akibat ulah Amshor.

"Amshor itu orang baik, tidak ada riwayat apa-apa. Tadi malam adiknya ke sini, minta surat penghantar buat Jasa Raharja," kata Rusbandi saat berbincang dengan detikcom di kediamannya, Selasa (18/6/2019).

Rusbandi mengaku sempat berbincang dengan adik dari Amshor, Emah. Rusbandi mengatakan Emah menceritakan tentang masalah yang dihadapi Amshor selama bekerja di Jakarta, tepatnya di Gandaria Tower sebagai sekuriti.

"Ya ada teman kerja yang sudah lama di situ tak suka dengannya. Itu kata adiknya, begitu. Baru enam bulan di Jakarta," kata Rusbandi.


Rusbandi menceritakan, permasalahan dengan teman kerjanya itu membuat Amshor dilanda kecemasan. Amshor dihantui perasaan akan terjadinya pembunuhan terhadap dirinya.

"Dibayangi rasa takut ingin dibunuh. Sejak mau pulang ke Cirebon itu. Sebenarnya masalah kerjaan, kejiwaan normal," ujar Rusbandi.


Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan Amshor menyerang sopir lantaran mendengar percakapan yang membahayakan nyawanya. Anshor beralibi bahwa sopir hendak menghabisi nyawanya.

"Menurut keterangan Amshor, bahwa sopir dan kernet itu hasil pembicaraan telepon akan membunuh dia (Amshor), 'saya mau dibunuh sama sopir sama kernetnya. Tahu dari mana, dari pembicaraan telepon'," kata Rudy di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon, Jawa Barat, Senin (17/6).

Polisi mendalami pengakuan Amshor yang menyatakan hendak dibunuh sang sopir. Benar atau tidaknya ungkapan Amshor itu perlu pembuktian. Namun keterangan kunci dari sopir dan kernet bus Safari Lux tak mungkin dilakukan polisi lantaran keduanya tewas akibat kecelakaan maut tersebut.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed