detikNews
Senin 17 Juni 2019, 21:31 WIB

Soal Dirut Definitif 6 RSUD, Kadinkes Jabar: Masih Proses Seleksi

Mukhlis Dinillah - detikNews
Soal Dirut Definitif 6 RSUD, Kadinkes Jabar: Masih Proses Seleksi RSUD Al Ihsan Kabupaten Bandung (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung - Kadinkes Jabar Berli Hamdani angkat bicara mengenai molornya penunjukan dirut definitif enam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Berli menyebut saat ini masih dalam proses seleksi.

Enam RS itu masing-masing RSUD Al Ihsan Baleendah Kabupaten Bandung, RS Jiwa Cisarua Kabupaten Bandung, RS Paru Sidareja Kabupaten Cirebon, RSUD Jampang Kulon Kabupaten Sukabumi, RSUD Pameungpeuk Kabupaten Garut dan RS Kesehatan Kerja Rancaekek Kabupaten Bandung.

"Jadi mengenai dirut definitif rumah sakit memang sekarang ini kan masih dalam proses seleksi. Kemarin kita sudah dilakukan seleksi internal baik uji potensi maupun uji kompetensi," kata Berli via telepon, Senin (17/6/2019).


Dia berjanji dalam waktu dekat enam RSUD tersebut sudah memiliki pucuk pimpinan baru. Proses seleksi membutuhkan waktu agar sosok yang memimpin kelak bisa memajukan rumah sakit milik pemerintah tersebut.

"Kita ingin cari itu bukan sekadar direktur definit saja tetapi dia memang harus memahami berbagai aspek dalam mengelola rumah sakit. Apalagi rumah sakit pemerintah provinsi Jabar ini kan termasuk rumah sakit yang diandalkan," tuturnya.

"Kita sudah sampaikan ke gubernur, dalam waktu dekat akan dilantik," Berli menambahkan.

Ia mencontohkan RSUD Pameungpeuk yang keberadaannya strategis bagi warga sekitar. Ia menginginkan dirut baru bisa memaksimalkan pelayanan publik dan pengembangan RS ke depannya.

"Yang jelas dia menjadi tumpuan harapan masyarakat sekitar situ. Begitu pula yang lain lain. Tentunya ini harus dikelola oleh manajer yang kompeten dan mampu membuat business plan," tutur dia.

Ditanya soal gagal lelang senilai Rp 100 miliar untuk proyek perluasan RSUD Pameungpeuk, ia tak membantahnya. Namun, hal itu bukan karena faktor belum adanya dirut definitif.

"Itu karena waktu, waktunya sudah terlalu mepet ya. Kemudian juga kalau enggak salah ada rincian yang tidak terpenuhi oleh semua yang ikut (lelang) jadi boleh dikatakan semua yang ikut itu tidak memenuhi kualifikasinya. Tidak ada sangkut paut Plt dirut," tutur Berli.
(mud/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com