detikNews
Jumat 14 Juni 2019, 16:15 WIB

Cegah Kebakaran, Pemkot Bandung Segera Audit Kelayakan Pasar

Mochamad Solehudin - detikNews
Cegah Kebakaran, Pemkot Bandung Segera Audit Kelayakan Pasar Kebakaran Pasar Ujungberung Bandung. (Foto: Mukhlis Dinilah/detikcom)
Bandung - Pemkot Bandung melalui PD Pasar Bermartabat segera mengaudit terhadap kondisi bangunan semua pasar tradisional. Hal itu bertujuan mengantisipasi terjadinya kembali kebakaran pasar tradisional di Kota Bandung.

Sebagaimana diketahui, dalam satu bulan terakhir terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan ratusan kios di dua pasar yakni Pasar Kosambi dan Pasar Ujungberung. Dua kejadian menjadi sorotan berbagai pihak termasuk Gubernur Jabar Ridwan Kamil.


Pada saat halalbihalal tingkat Jabar, Emil sapaan akrab Ridwan, sempat menyentil Wali Kota Bandung Oded M Danial terkait kejadian tersebut. Emil meminta Oded untuk lebih memerhatikan kondisi pasar demi mengantisipasi kejadian kebakaran.

Pemerintah Kota Bandung langsung merespon hal tersebut. Pada Rabu (12/6) Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana melakukan peninjauan kondisi pasar, salah satunya Pasar Sederhana.

Dalam peninjauannya itu, dia menyoroti semrawutnya instalasi listrik. Pasalnya kondisi itu kerap menjadi pemicu kebakaran. Ia meminta pihak terkait terutama PD Pasar untuk memperbaiki instalasi listrik di semua pasar di Kota Bandung.

Pjs Direktur Utama PD Pasar Bermartabat Andri Salman menyatakan pihaknya akan menginventarisi kelayakan bangunan dan instalasi listrik di semua pasar tradisional. Dalam proses itu pihaknya menggandeng PLN dan pihak lainnya untuk membantu menguji kelayakan.

"Kita sudah bersurat secara resmi meminta PLN, Distaru (Dinas Tata Ruang), Damkar mengecek resiko kebakaran dan jaringan listrik di seluruh pasar sebanyak 37 pasar," kata Andri saat dihubungi, Jumat (14/6/2019).


Menurut dia, audit ini akan menjadi dasar pembenahan yang dilakukan PD Pasar ke depan. Sehingga diharapkan bisa meminimalisir terjadinya kebakaran.

"Format rekomendasinya semacam seperti sertifikat keselamatan. Nanti ada disampaikan layak atau tidak layak. Kalau tidak layak perbaikan sebelah mana. Memperbaiki apakah jaringan listrik atau bangunannya," ujarnya.

Selain audit pasar, Andri menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan mengeluarkan keputusan direksi berkaitan soal pengadaan alat pemadam api ringan (APAR). Dalam keputusan ini, para pedagang pasar akan diwajibkan memiliki APAR berukuran kecil di masing-masing kiosnya.

"Kita juga sering menempatkan APAR dalam area pasar tapi itu sering hilang. Tempat sampah yang kita sediakan saja sering hilang. Karenanya APAR pedagang bisa menjadi alternatif," ucap Andri.


Sebelumnya, Kepala Diskar PB Dadang Iriana mengaku siap membantu PD Pasar untuk memeriksa dan meningkatkan langkah antisipasi kebakaran. Karena menurutnya, semua pasar di Kota Bandung memiliki potensi terjadi kebakaran.

"Kalau menurut kami memang pasar di Bandung rawan (kebakaran). Makanya kita akan coba meningkatkan setidaknya pedagang harus bisa mengetahui bagaimana cara evakuasi, kemudian menggunakan apar, tingkat kesadaran ini harus meningkat," tutur Dadang.
(mso/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed