Pemudik Motor Tewas Tabrak Bus di Cipatat Bandung Barat

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 30 Mei 2019 16:35 WIB
Foto: Istimewa
Bandung Barat - Seorang pemudik menjadi korban kecelakaan di Jalan Raya Cipatat, tepatnya di Kampung Margamulya, Desa/Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat pada Kamis (30/5/2019).

Korban bernama Rohmat Darmawan (26) menghembuskan nafas terakhirnya saat sepeda motor Honda Beat yang dikendarainya oleng menabrak bagian belakang bus yang mengarah ke Bandung.

Kemudian dari arah yang berlawan, sebuah kendaraan yang tak diketahui nopol dan jenisnya menabrak warga Kadungora, Garut itu, hingga terjatuh di jalur yang berlawanan.

"Akibat kejadian itu korban meninggal dunia di tempat," kata Kapolsek Cipatat, Kompol Asep Nandang melalui pesan singkat, Kamis (30/5/2019).

Ini merupakan kecelakaan kedua yang menelan korban jiwa dalam sepekan terakhir di jalur penghubung Bandung - Cianjur itu.

Sebelumnya, pada Senin (27/5/2019) seorang sopir truk, Bambang (35), meninggal dunia setelah truk yang dikendarainya hilang kendali hingga terperosok ke dalam parit.

Bambang yang merupakan warga Banten itu, tewas di tempat dan jenazahnya baru bisa dievakuasi tujuh jam kemudian dari dalam kabin. Polisi menduga rem truk yang blong menjadi penyebab insiden tersebut.

Sementara arus mudik belum terlihat lonjakan volume kendaraan baik dari arah Bandung maupun dari arah Padalarang yang melintas di Cimahi. Lalu lintas di Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi masih ramai lancar, kepadatan lalu lintas masih diramaikan oleh aktivitas warga setempat.

"Pantauan kami dari tadi pagi, jalanan masih ramai lancar, paling ada segelintir pemudik dengan menggunakan roda dua," ujar Paposyan II Cimahi, Ipda Roni Sukmana kepada detikcom di Pos Pelayanan, Alun-alun Cimahi, Kota Cimahi, Kamis (30/5/2019).

Syafei (30), pemudik asal Garut, mengatakan perjalanan dari Cianjur tempatnya bekerja relatif lancar saat menuju Cimahi. "Saya berangkat dari Cianjur jam 12.00 WIB, tiba di Cimahi sekitar pukul 13.30," kata Syafei di Pos Pelayanan.

Kendati begitu, ia menemukan sejumlah titik kepadatan, seperti di Cipatat dan Padalarang. "Ya macet biasa, banyak kendaraan besar soalnya," ujarnya.

(ern/ern)