DetikNews
Sabtu 25 Mei 2019, 12:33 WIB

Begini Hasil Rekonstruksi Dugaan Penyekapan Istri KPU Cianjur

Syahdan Alamsyah - detikNews
Begini Hasil Rekonstruksi Dugaan Penyekapan Istri KPU Cianjur Lokasi kejadian dugaan penyekapan istri KPU Cianjur. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Cianjur - Satreskrim Polres Cianjur masih menyelidiki dugaan penyekapan Yanti Hera Susanti istri Ketua KPU Cianjur Hilman Wahyudi. Polisi masih mengumpulkan fakta mulai dari laporan hingga aksi pengepungan di kediaman korban.

Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Budi Nuryanto mengatakan jeda waktu antara laporan penyekapan oleh suami korban dengan kedatangan polisi ke lokasi sangat berdekatan, hanya sekitar 5-10 menit.

"Jeda waktu berdekatan, seperti pengakuan korban kepada suaminya agar segera pulang karena disekap. Lalu suami korban melapor ke saya berdekatan. Kita ke lokasi, pelaku sudah melarikan diri. Tidak ada barang berharga yang diambil. Meskipun posisi korban di belakang kami juga tidak melihat langsung karena ditemukan masyarakat yang juga datang ke lokasi dengan cara melompat pagar," kata Budi pada detikcom melalui sambungan telepon, Sabtu (25/5/2019).


Budi mengaku tidak melihat langsung posisi ketika korban terikat. Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan posisi korban sudah berubah saat anggotanya melakukan pemeriksaan. Polisi hanya menerima informasi dari warga dan korban.

"Keterangan saksi saat menemukan korban terikat dengan posisi setengah berdiri bungkuk tangan terikat di belakang dan badan terikat di batang besi tower penampung air dengan tambang plastik warna biru. Sementara ada sedikit perbedaan pengakuan korban matanya ditutup saat itu," kata Budi.


Budi menyebut saksi tidak mendengar korban menangis. "Saksi mendengar korban menangis ketika dia melompati pagar belakang rumahnya" ucapnya.

Pihaknya akan tetap melakukan penyelidikan mendalam. Budi juga menampik ada keterkaitan penyekapan dengan Pemilu 2019.

"Sementara belum ada keterkaitan, masih kita dalami. Saksi, petunjuk dan lainnya belum ada yang mengarah ke sana. Kita juga sudah melakukan rekontruksi di TKP," ujar Budi.
(sya/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed