DetikNews
Jumat 17 Mei 2019, 11:46 WIB

Satgas Cari Pelaku Lain yang Pungli KTP-KK di Disdukcapil Ciamis

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Satgas Cari Pelaku Lain yang Pungli KTP-KK di Disdukcapil Ciamis Ilustrasi praktik pungli (Ilustrator: Basith Subastian/detikcom)
Ciamis - Satgas Saber Pungli Jawa Barat mengembangkan kasus pungli penerbitan KTP dan Kartu Keluarga (KK) di Kabupaten Ciamis. Sebab, berdasarkan penindakan dua pegawai honorer Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Ciamis ada pengakuan praktik pungli kerap terjadi.

"Kemungkinan masih akan berkembang, tergantung dari hasil pemeriksaan UPP Saber Pungli Ciamis," ucap Kepala Tim Tindak Unit II Satgas Saber Pungli Jabar AKBP Basman via pesan singkat, Jumat (17/5/2019).

Satgas Saber Pungli Jabar sebelumnya menindak dua orang staf honorer Disdukcapil Kabupaten Ciamis. Keduanya yakni MA (24) dan SJA (25).

Mereka memungut biaya tambahan penerbitan KTP dan KK. Masing-masing penerbitan dokumen, diminta biaya Rp 100 ribu.

"Berdasarkan pemeriksaan, terbukti memang ada praktik pungli. Kita temukan barang bukti uang Rp 300 ribu masing-masing berasal dari MA Rp 200 ribu dan SJA Rp 100 ribu," ucap Basman.


Selain itu, berdasarkan penuturan kedua pelaku kepada petugas, praktik pungli diduga sering dilakukan. Menurut Basman, pelaku menuding hampir semua pegawai negeri sipil (PNS) dan honorer melakoni praktik pungli.

"Pengakuan kedua pelaku bukan hanya mereka saja yang melakukan pungli. Bahkan hampir semua petugas ASN maupun honorer mempunyai jalur masing-masing dalam pengurusan KTP dan KK," katanya.

Terhadap pelaku sudah dilakukan pemeriksaan. Status pelaku saat ini masih sebagai terperiksa. Menurut Basman, kelanjutan perkara itu ditangani tim Saber Pungli Ciamis.

Sebelumnya, dua tenaga honorer di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Satgas Saber Pungli Provinsi Jabar dan Satreskrim Polres Ciamis, Rabu (15/5/2019). Oknum tersebut tepergok diduga melakoni pungutan liar (pungli) kepada warga sebesar Rp 100 ribu untuk pengurusan pembuatan e-KTP sebagai syarat membuat paspor haji.
(dir/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed