DetikNews
Selasa 14 Mei 2019, 11:20 WIB

Mirip Kolam, Jalur Lingkar Selatan Ciamis Tak Layak Dilintasi Pemudik

Dadang Hermansyah - detikNews
Mirip Kolam, Jalur Lingkar Selatan Ciamis Tak Layak Dilintasi Pemudik Jalur alternatif mudik di Lingkar Selatan Ciamis rusak dan berlubang mirip kolam. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Ciamis - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis menyebut jalan Lingkar Selatan Ciamis tak layak jadi jalur alternatif mudik Lebaran 2019. Kondisi jalan mengalami kerusakan parah di sejumlah titik. Salah satu titik terparah terdapat lubang atau kubang besar di perbatasan Handapherang dan Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing.

Jalur Lingkar Selatan Ciamis, Jawa Barat, ini akses alternatif menuju Kota Banjar. Kondisi jalan dari simpang Imbanagara hingga perbatasan Handapherang sudah mulus. Namun saat masuk ke kawasan Ciharalang hingga Bojongmengger, kondisinya rusak parah.


Kerusakan membentuk kubang mirip kolam cukup dalam selebar badan jalan. Selain itu, terdapat sejumlah lubang jalan ukuran kecil dan besar. Jalan rusak tersebut membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

"Sudah dicek. Jalan Lingkar Selatan sekarang tidak direkomendasikan untuk jalur alternatif mudik, sebelum ada perbaikan," ujar Sekretaris Dishub Ciamis Eddy Yulianto saat dihubungi, Selasa (14/5/2019).

Mirip Kolam, Jalur Lingkar Selatan Ciamis Tak Layak Dilintasi PemudikJalur alternatif mudik di Lingkar Selatan Ciamis rusak dan berlubang mirip kolam. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Sebelum rusak, menurut Eddy, akses jalan tersebut biasa digunakan untuk mengalihkan arus lalu lintas kendaraan di jalur selatan Ciamis terjadi kepadatan saat momen mudik atau balik Lebaran.

Nana (53), warga Handapherang mengatakan, jalan rusak sampai mirip kolam ini kondisinya sudah lama. Banyak pengendara yang jatuh karena jalan rusak ini. Apalagi saat turun hujan kubang semakin luas dan dalam.

"Pengendara motor sering ada yang jatuh karena menginjak kubangan ini. Untuk mengantisipasinya motor biasa lewat pinggir," kata Nana.


Menurut Nana, warga sempat berinisiatif menimbun jalan rusak tersebut, namun tetap saja tak ada pengaruhnya. Karena banyak kendaraan besar yang melintas.

"Dulu pernah ada petugas yang memeriksa, kirain akan ada perbaikan, tapi sampai sekarang tidak ada perbaikan," ujar Nana.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed