detikNews
Jumat 10 Mei 2019, 17:01 WIB

Kebutaan Antarkan Nu'man Tsabits menjadi Seorang Hafidz Alquran

Yudha Maulana - detikNews
Kebutaan Antarkan Numan Tsabits menjadi Seorang Hafidz Alquran Nu'man Tsabits pakai kopiah/Foto: Yudha Maulana
Cimahi - "Sebaik-baiknya orang adalah yang belajar dan mengajarkan Alquran," petikan hadits itu yang membuat Nu'man Tsabits semangat untuk mengajarkan Alquran kepada disabilitas netra yang berada di SLBN-A Citeureup, Kota Cimahi.

Terlahir dengan keterbatasan fisik, tak menghalangi pria kelahiran Majalengka, 5 Mei 1995 itu menghafalkan Alquran dalam waktu empat tahun di sebuah pondok pesantren di Cirebon pada 2014 lalu.

Bukan tanpa upaya, keluarga Nu'man pernah membawanya ke meja operasi. Namun saat operasi mata diklaim 80 persen berhasil, Nu'man kecil tak sabar membuka perban hingga akhirnya operasi itu gagal.

"Dari enam bersaudara, hanya saya ya mengalami kebutaan. Qodarullah, mungkin ini jalan Allah agar saya bisa menghafalkan Alquran," kata Nu'man saat ditemui di sela-sela Braille Camp di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, belum lama ini.

Dengan kondisinya, Nu'man akhirnya menempuh pendidikan di sekolah luar biasa, Cimahi.

"Saat itu belum ada pikiran untuk menghafal Alquran, keluar dari SMA mau lanjut tapi enggak ada biaya, akhirnya saya diberi kesempatan mondok di Cirebon," ujarnya.

Di pondok pesantren, ia mulai bersahabat dengan Alquran. "Awalnya 10 juz, tapi lama-lama enak juga. Teman-teman lain di sana juga baik, selalu mendukung saya," katanya.

"Mau menghafal Alquran itu kuncinya satu, istiqomah, karena kadang suka mood enggak mood. Saya juga kadang kalau tidak mood, satu ayat pun tidak ada yang masuk," katanya.

Setelah lulus dari pesantren, Nu'man dipanggil kembali ke sekolahnya di Cimahi. Namun, kali ini sebagai pengajar. "Saya dipanggil oleh Ustaz Aep (Saefudin) untuk mendampingi beliau mengajar," katanya.

Kini ia pun bercita-cita untuk melanjutkan sekolah di Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Bandung (Unisba). "Kalau kemarin belum ada biaya, mudah-mudahan sekarang ada kemudahan," ucapnya.

Selain mengajar, Nu'man juga memberikan pembekalan kepada para pembaca Alquran Braille. Ia pun membagikan tips bagi para penghafal Alquran. "Harus sering membaca atau murajaah, minimal satu juz per hari," ujarnya.
(ern/ern)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com