DetikNews
Kamis 02 Mei 2019, 20:52 WIB

KM ITB Jelaskan Poster 'Mau Kerja Dimana Coba?' yang Viral

Mukhlis Dinillah - detikNews
KM ITB Jelaskan Poster Mau Kerja Dimana Coba? yang Viral KM ITB beri penjelasan mengenai poster 'Direbut Asing, Direbut Robot, MAU KERJA DIMANA COBA?' yang kini viral. (Foto: Tangkapan layar medsos)
Bandung - Keluarga Mahasiswa (KM) Institut Teknologi Bandung (ITB) angkat bicara soal poster aksi May Day yang viral di media sosial (medsos). KM ITB menegaskan ada kesalahpahaman makna dari poster tersebut.

Poster bertuliskan 'Direbut Asing, Direbut Robot, MAU KERJA DIMANA COBA?' jadi perbincangan hangat di medsos. Warganet mempertanyakan mahasiswa ITB yang justru takut terhadap robot.


Pjs Ketua Kabinet KM ITB Royyan Abdullah Dzakiy mengakui adanya kesalahan tafsir dari pesan poster tersebut. Robot yang dimaksud dalam poster tersebut merupakan digitalisasi dan otomatisasi.

"Konteks yang kami maksud sesuai dengan pernyataan sikap kami rilis dan itu terkait digitalisasi dan otomatisasi," kata Royyan via telepon, Kamis (2/5/2019).

Menurutnya era digitalisasi dan otomatisasi tidak bisa terelakkan saat ini. Sehingga perlu peningkatan kompetensi dari para pekerja agar tidak tersisihkan dengan kemajuan teknologi.

Lebih lanjut dia menuturkan poster tersebut merupakan pesan ringkas mengenai situasi saat ini dan tantangan di masa depan. Justru, kata Royyan, ia ingin menyadarkan masyarakat mengenai 'ancaman' nyata digitalisasi.

"Tentunya mau tidak mau harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi dan kapasitas tenaga kerja agar mampu menghadapi tantangan era digital. Ini konteks propaganda yang ingin disampaikan dengan ringkas melalui kata robot itu," ujarnya.


Ia mengklaim pesan itu juga mewakili suara buruh yang mulai merasakan dampak dari kemajuan teknologi. Tentunya hal ini menjadi peringatan dini bagi buruh dan tenaga kerja pada umumnya.

"Dalam poin itu, ingin menyuarakan apa yang diekspresikan buruh, apa yang menjadi suara buruh. Dengan adanya pemotongan kerja dan lainnya," katanya.

Pihaknya berharap pemerintah melakukan kajian mendalam perihal digitalisasi otomatisasi serta perihal kompetensi tenaga kerja di era digital. Termasuk meninjau kembali UU No 13 tahun 2003.

"Kita sudah membuat kajian terkait hal tersebut. Ini yang ingin kita sampaikan kepada pemerintah," ujar Royyan.
(mud/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed