2 Fotografer Bandung Lapor Soal Dipukul Polisi Saat Ricuh May Day

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 02 Mei 2019 18:39 WIB
2 fotografer Bandung resmi lapor ke Propam Polrestabes Bandung. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Dua orang jurnalis yang diduga mengalami tindakan kekerasan oleh polisi resmi melapor ke Propam Polrestabes Bandung. Ada dua pasal yang mereka laporkan.

Kedua jurnalis itu yakni Prima Mulia fotografer Tempo dan Iqbal Kusumadireza alias Reza jurnalis lepas. Didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, keduanya membuat laporan di Seksi Propam Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Kamis (2/5/2019).

"Kita gunakan Pasal 351 ayat 2 KUHPidana dan Pasal 1 angka 8 jo Pasal 18 ayat 1 UU No 40 tahun 1999 tentang pers," ucap Muhammad Abdul Muid Belu kuasa hukum dari LBH.


Abdul mengatakan laporan tersebut terkait dugaan tindak kekerasan terhadap jurnalis. Mereka melapor tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh aparat.

"Keduanya diduga mengalami kekerasan saat aksi 1 Mei kemarin. Kita laporkan ke Propam karena Propam yang berkewenangan menangani," kata dia.

Terkait alat bukti, Abdul mengatakan belum membawa termasuk visum. Mereka menunggu terlebih dahulu permintaan dari pihak kepolisian untuk membawa bukti visum.

"Ini masih laporan, bukti nanti kalau ada tambahan kita lampirkan bukti visum. Visum itu kalau sudah lapor, diminta visum untuk memperkuat laporan bahwa ada dugaan kekerasan," katanya.


Sementara itu pihak kepolisian siap menerima laporan tersebut. Polisi akan menindaklanjuti laporan tersebut.

"Tentu hak hukum dari pada pelapor kita hargai. Tapi tentu melalui proses dan mekanisme yang ada di Sie Propam. Sudah ada Kasi Propam yang menerima laporan, nanti akan ditindaklanjuti dari yang dilaporkan dengan didukung bukti-bukti," ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema.

Irman mengatakan pemeriksaan internal terhadap jajarannya akan dilakukan. Apabila terbukti melakukan tindak pidana, pihaknya akan menindak tegas.

"Masih pemeriksaan, kan belum, masih dilakukan pemeriksaan oleh Propam terkait dugaan-dugaan yang dilakukan oleh anggota. Tapi prinsipnya, kami akan melakukan tindakan tegas terhadap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran hukum dalam pelaksanaan tugas," tuturnya.


Sebelumnya, May Day di Bandung diwarnai keributan. Massa Anarcho Syndicalism kejar-kejaran dengan polisi. Dalam aksi itu, dua jurnalis foto diduga mendapat intimidasi dan kekerasan dari polisi saat mengambil gambar.

Saat itu kedua korban tengah meliput pergerakan buruh yang akan melakukan aksi di Gedung Sate. Saat tiba di Jalan Singaperbangsa, sekitar Dipatiukur, Prima dan Reza melihat ada keributan antara polisi dengan massa. Massa terlihat dipukuli polisi. Keduanya ingin mengabadikan momen tersebut.

Saat mengambil gambar, Reza tiba-tiba dipiting oleh seorang anggota polisi yang diduga satuan Tim Prabu Polrestabes Bandung. Petugas tersebut menanyakan identitas dan menghapus foto di kamera Reza.

"Sebelum kamera diambil juga udah ditendang-tendang. Saya memepertahankan kamera saya. Sambil bilang saya jurnalis," kata Reza melalui siaran pers AJI Bandung, Rabu (1/5/2019).


Sementara itu Prima mengaku tidak mendapat kekerasan fisik dari polisi. Prima hanya mendapat intimidasi dari sejumlah polisi berpakaian preman dan foto-foto yang ada di kameranya akan dihapus.

"Saya ditangkap 3 org polisi (pakaian) preman sambil ngancam dan minta gambar dihapus. Dari situ Saya liat Reza mengalami kekerasan fisik dan didorong sampai jatuh. Semua file foto dihapus," kata Prima.



Tonton juga video Jejak Vandalisme Sekelompok Remaja di Bandung:

[Gambas:Video 20detik]

(dir/tro)