detikNews
Kamis 25 April 2019, 13:42 WIB

Ini Lokasi Suami-Istri Terluka Gegara Bentrok Ormas di Bandung

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Ini Lokasi Suami-Istri Terluka Gegara Bentrok Ormas di Bandung Sejumlah orang menyerang pos salah satu ormas di kawasan Astanaanyar, Kota Bandung. Tiga orang yang berada di pos tersebut terluka. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Bentrok antar organisasi masyarakat (ormas) terjadi di Kota Bandung. Akibat keributan itu tiga orang mengalami luka. Dua korban di antaranya ialah suami-istri.

"Masih kita mintai keterangan saksi-saksi, masih dilakukan penyelidikan," ucap Kapolsek Astanaanyar Kompol Eko Listiono saat dikonfirmasi via sambungan telepon, Kamis (25/4/2019).
Eko menuturkan insiden berawal saat sejumlah orang mendatangi pos ormas Manggala di Jalan Inggit Garnasih tepatnya di depan Pasar Astanaanyar, Rabu (24/4) sore, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, berdasarkan keterangan saksi, kata Eko, sejumlah orang tersebut tengah mencari anggota ormas Manggala.

"Keterangan saksi, mereka teriak 'mana Manggala, mana Manggala," kata Eko.

Di pos tersebut, ada tiga orang yang sedang duduk. Satu merupakan anggota Manggala, sedangkan dua lainnya merupakan warga yang diketahui merupakan suami-istri.

"Di situ ada perlawanan karena banyak PKL (pedagang kaki lima) juga. Cuma sebentar terus lari mereka," ujar Eko.
Eko mengatakan mereka mendatangi pos dengan membawa sejumlah senjata tajam berupa samurai, golok dan besi sepanjang satu meter. Benda tajam tersebut ditemukan di pos tersebut.

Akibat keributan tersebut, satu anggota Manggala dan pasangan suami-istri di dalam pos terluka. Menurut Eko, luka dari para korban terdapat di bagian dagu akibat diduga sabetan samurai, luka di hidung dan lutut.

"Luka ringan tidak parah. Sudah ditangani," ucap Eko.
Ini Lokasi Suami-Istri Terluka Gegara Bentrok Ormas di BandungDi kawasan Astanaanyar ini ormas terlibat keributan yang mengakibatkan tiga orang terluka. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Kapolrestabes Kota Bandung Kombes Irman Sugema mengungkapkan penyebab keributan dipicu oleh kesalahpahaman salah satu ormas yang terlibat dalam bisnis debt collector atau penarikan kendaraan bermotor.

"Penyebab ada miskomunikasi terkait masalah leasing kendaraan bermotor," katanya di Balai Kota Bandung, Kamis (25/4/2019).

Pihaknya membentuk tim khusus untuk mengusut penyebab utama bentrokan antara kedua ormas di Kota Bandung. "Itu sedang dalami dan Polrestabes, sudah buat tim khusus kasus ini agar bisa cepat tangani supaya terang masalahnya," ucap Irman.
Berdasarkan pantauan detikcom di pos depan Pasar Astanaanyar, pos Manggala tampak sepi. Tak ada orang yang duduk di dalam pos. Pos kecil yang berisi bangku-bangku plastik itu tampak kosong.

Pos tersebut berada di area para PKL Astanaanyar. Salah seorang PKL penjual ponsel bekas mengaku tak tahu menahu perihal insiden tersebut.

"Saya enggak tahu. Saya pulang jam 3 sore. Sebelum saya pulang sih memang ada yang nongkrong anak Manggala. Setelah itu saya tidak tahu lagi," tutur pedagang yang enggan menyebut identitasnya.
(dir/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com