detikNews
Selasa 23 April 2019, 16:24 WIB

Pengeroyok Haringga Sirla Minta Hakim Membebaskan Mereka

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Pengeroyok Haringga Sirla Minta Hakim Membebaskan Mereka Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Terdakwa kasus penganiayaan suporter Persija Jakarta Haringga Sirla hingga tewas meminta majelis hakim membebaskannya. Mereka mengaku tak terbukti bersalah atas perbuatan penganiayaan.

Permintaan tersebut tertuang dalam nota pembelaan atau pleidoi yang dibacakan pengacara Dadang Sukmawijaya dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (23/4/2019).

Dalam kasus ini ada 7 terdakwa yakni Aditya Anggara (19), Goni Abdulrahman (20), Dadang Supriatna (19), Budiman (41), Cepi (20), Joko Susilo (32) dan Aldiansyah (21). Mereka telah dituntut jaksa Kejari Bandung dengan hukuman beragam dari 7 tahun hingga 11,5 tahun bui.

"Dengan melihat kembali rangkaian jalannya persidangan, keterangan saksi, serta keterangan para terdakwa, oleh karena itu meminta majelis hakim menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana disebutkan dalam dakwaan," ucap Dadang dalam persidangan.

Pihaknya juga meminta agar majelis hakim membebaskan para terdakwa dalam kasus ini. Dia juga memohon agar nama baik mereka dikembalikan.

"Mengembalikan nama baik terdakwa di masyarakat," kata pengacara.

Dadang menyatakan permohonan tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, berdasarkan fakta persidangan ada beberapa hal rancu terkait perkara tersebut.

Menurut Dadang, perbuatan itu tidak dilakukan semata-mata oleh apra terdakwa yang disidangkan. Dalam persidangan, kata Dadang, pengeroyokan dilakukan oleh lebih dari 30 orang.

"Dalam persidangan terungkap yang ikut melakukan pengeroyokan kepada korban Haringga Sirla kurang lebih dari 30 tiga puluh orang. Sehingga para terdakwa dalam perkara ini keberatan dijadikan para pelaku sedangkan pelaku lain masih bebas berkeliaran diluar tanpa ada proses penangganan lebih lanjut," tuturnya.

Dalam pleidoinya, Dadang juga menilai bahwa perbuatan pengeroyokan itu dilakukan tidak dalam unsur kesengajaan. Menurutnya, para terdakwa terbawa emosi setelah melihat adanya keributan di Stadion GBLA Bandung.

"Bahwa para terdakwa ikut melakukan pengeroyokan terbawa situasi massa yang kondisi tersebut tumpah ruah mengeroyok korban Haringga Sirla. Para terdakwa ikut melakukan pengeroyokan dengan korban sebelumnya sudah dikeroyok. Jadi para terdakwa tidak mengetahui siapa yang memulai memicu pengeroyokan kepada korban," ucapnya.

Selain itu, Dadang juga menilai dari saksi-saksi yang dihadirkan hanya ada satu orang saksi yang melihat langsung salah satu terdakwa bernama Aditya Anggara yang melakukan pengeroyokan. Namun, mengacu pada undang-undang, satu orang saksi tidak bisa dijadikan saksi.

"Asas ini menjelaskan berkaitan dengan kesaksian harus didukung dengan keterangan saksi lain yang melihat para terdakwa bersalah melakukan tindak pidana. KUHAP secara tegas mengharuskan setidaknya lebih dari satu orang saksi yang sah untuk menunjukkan kesalahan tersangka atau para terdakwa. Bahwa bertitik tolak dari ketentuan, keterangan seorang saksi saja belum dapat dianggap sebagai suatu alat bukti yang cukup untuk membuktikan kesalahan terdakwa," tuturnya.

Sebelumnya, jaksa telah menuntut para terdakwa dengan hukuman beragam atas perbuatannya mengeroyok Haringga Sirla antara lain :

Masing-masing terdakwa mendapat tuntutan beragam antara lain :

- Aditya Anggara dituntut 11 tahun penjara
- Dadang Supriatna dituntut 10 tahun penjara
- Goni Abdulrahman dituntut 9 tahun penjara
- Budiman dituntut 11,5 tahun penjara
- Aldiansyah dituntut 11,5 tahun penjara
- Cepi dituntut 8 tahun penjara
- Joko Susilo dituntut 7 tahun penjara


Saksikan juga video '7 Pengeroyok Suporter Persija Haringga Dituntut 7-11 Tahun Bui':

[Gambas:Video 20detik]


(dir/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed