"Sudah diberikan sanksi. Sanksi teguran," ujar Rudy di Pendopo Garut, Jalan Dewi Sartika, Garut, Jawa Barat, Jumat (19/4/2019).
Rudy menyayangkan kejadian yang sempat menghebohkan tersebut dapat muncul di soal ujian pelajar SMP. Sebab, naskah soal USBN itu dianggap menyinggung kelompok tertentu. "Saya tak habis pikir. Sangat prihatin. Padahal dia (pembuat soal) itu lulusan S2," katanya.
Sebagai kepala pemerintahan di Garut, Rudy mengaku bertanggung jawab atas hal ini. Dia tak ingin terulang.
"Ini yang terakhir, kami akan bertanggung jawab dan menjamin tak akan terulang lagi," ucap Rudy. (bbn/bbn)











































