DetikNews
Kamis 18 April 2019, 16:40 WIB

Miliki A5, Sejumlah Pasien RSUD Cibabat Tak Bisa Nyoblos

Yudha Maulana - detikNews
Miliki A5, Sejumlah Pasien RSUD Cibabat Tak Bisa Nyoblos Ilustrasi Pemilu. (Foto: Zaki Alfarabi)
Cimahi - Sejumlah pasien dan penunggu pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat mengeluhkan tak bisa memberikan hak pilihnya dalam Pemilu 2019, Rabu (17/4) kemarin. Sebab, Tempat Pemungutan Suara (TPS) Keliling yang seharusnya datang ke rumah sakit, urung datang menjemput suara tanpa alasan yang jelas hingga melewati pukul 13.00 WIB.

Kabag Umum dan Humas RSUD Cibabat Suparyani mengatakan ada sekitar 73 pasien dan penunggu pasien yang berdomisili di Kota Cimahi yang memiliki formulir C6. Di antara mereka ada sekitar 14 orang yang memiliki formulir A5 atau surat pindah memilih.


Sebenarnya, menurut dia, pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan pihak KPU Kota Cimahi jauh hari sebelumnya. Namun pada hari-H pencoblosan, petugas TPS keliling yang ditunggu tak kunjung datang.

"Sampai akhirnya saya didatangi oleh pasien yang membawa formulir C6, dia orang Padasuka (Cimahi). Dia marah kemudian menangis, dia bilang kenapa kalau tahu tidak bisa mencoblos di sini, tidak diinfokan sebelumnya," ujar Suparyani kepada detikcom, Kamis (18/4/2019).

Ia berbicara kepada direktur RSUD Cibabat terkait hal ini yang direspons langsung oleh petugas dari Polres Cimahi. Baru kemudian, ujar Suparyani, lewat pukul 13.00 datang petugas penjemput suara.

"Tapi sepertinya dari TPS terdekat, mungkin diarahkan oleh Kapolres, mereka datang siang," katanya.

"Saya kemudian menanyakan (kepada petugas) apakah bisa pake formulir C6? Jawabannya paling pakai yang A5 saja," Suparyani menambahkan.


Dari hasil penelusurannya, hanya ada 18 orang yang memiliki formulir A5, baik dari pasien, penunggu pasien dan pekerja rumah sakit. Sayangnya, tak semua pemilik A5 bisa mencoblos.

"Itu pun hanya sekitar empat pasien dan penunggunya, kemudian enam pegawai yang mencoblos, karena petugasnya tampak buru-buru sekali," ucap Suparyani.

Dia menyayangkan sikap KPU Kota Cimahi terkait hal ini. "Lima tahun yang lalu kami difasilitasi untuk memilih di RSUD, saya juga heran, padahal saya sudah cerewet untuk memastikan petugas datang menjemput suara di sini," tutur Suparyani.

KPU Cimahi akan Klarifikasi KPPS

Ketua KPU Kota Cimahi Mochamad Irman berjanji mengklarifikasi langsung ke KPPS soal pasien di RSUD Cibabat yang tidak bisa menyalurkan hak pilihnya. "Kita coba klarifikasi dulu ke KPPS-nya kenapa sampai tidak bisa datang ke RSUD, sampai akhirnya banyak masyarakat yang tidak bisa mencoblos," ujar Irman.

Ia mengatakan ada kemungkinan petugas KPPS tidak mendatangi RSUD Cibabat karena surat suara habis. Hal tersebut terjadi di beberapa TPS lainnya di Kota Cimahi.

"Bisa saja karena surat suaranya tersedia. Karena memang ada laporan kalau banyak TPS yang kekurangan lembar surat suara. Memang belum ada kepastian apa alasannya sampai seperti itu," tutur Irman.


Pada pemilu tahun ini, tidak ada TPS khusus di lingkungan RSUD Cibabat, untuk mengakomodir hak suara pasien maupun pegawai rumah sakit. Hal itu diganti dengan petugas KPPS yang berkeliling ke pasien yang akan mencoblos. Sedangkan pegawai rumah sakit datang langsung mencoblos di TPS terdekat.

"Berdasarkan aturannya tidak sampai membuat TPS khusus, cukup dengan TPS keliling. Pasien ini kan masuk DPTB. Kalau pegawai yang sehat bisa langsung bawa A5 ke TPS," tuturnya.

Soal pemungutan suara ulang di RSUD Cibabat, ujar Irman, hal itu belum tentu dapat dilaksanakan dengan segera. "Ada banyak prosedur dan rekomendasi yang harus ditempuh, apalagi mulai besok (Jumat 19 April) mulai penghitungan suara di tingkat PPK," ucap Irman.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed