DetikNews
Rabu 17 April 2019, 15:53 WIB

Surat Suara Kurang, Ratusan Pasien RSHS Tak Bisa Nyoblos

Mochamad Solehudin - detikNews
Surat Suara Kurang, Ratusan Pasien RSHS Tak Bisa Nyoblos Suasana pemungutan suara di RSHS Bandung. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - Ratusan pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung tidak bisa ikut mencoblos pada Pemilu 2019. Hal itu disebabkan adanya pengurangan jumlah surat suara dari KPU Kota Bandung.

Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) RSHS Bandung Ganjar menuturkan awalnya dua tempat pemungutan suara (TPS) di RSHS akan mendapat 1.000 surat suara. Namun malam menjelang pencoblosan, KPU Kota Bandung hanya menyerahkan sebanyak 606 surat suara.

"Ada pengurangan surat suara sesuai keputusan KPU yang awalnya 1.000 menjadi hanya 606 surat suara," kata Ganjar di RSHS, Kota Bandung, Rabu (17/4/2019).


Dari 606 surat suara yang diterima, kata dia, sekitar 500 surat suara dipakai oleh karyawan. Sehingga alokasi untuk pasien hanya sekitar 106 surat suara. Sementara dari data yang ada jumlah pasien di RSHS per hari ini mencapai 600 orang.

"Karyawan ini yang ada (punya) surat A5 ini 500 orang maka 100 untuk pasien. Ini kemarin dikasih jatah 1.000 aja kurang sekarang ini kurang," ucapnya.

Ganjar mengaku tidak tahu persis alasan pengurangan surat suara dari KPU Kota Bandung. Tapi informasi yang didapat pengurangan dilakukan karena banyak karyawan RSHS yang dialihkan pencoblosannya ke TPS sekitar RSHS.

"Saya belum ada penjelasan resmi kenapa dikurangi. Tapi ini ada karyawan kami yang sekolah sehingga TPS-nya dipindahkan ke TPS sekitar mungkin seperti itu. Tapi tidak tahu jelasnya," kata dia.


Ditanya mengenai mekanisme pemilihan pasien yang berhak mencoblos, dia mengaku berkeliling ke ruang perawatan dan menawarkan kepada pasien. Pasien yang berhak mencoblos adalah harus membawa KTP elektronik.

"Jadi sistemnya kami datangi ke ruangan door to door, menawarkan ke pasien. Prioritasnya adalah pasien yang keaadaannya baik. Seperti ruang rawat inap yang penyakit tidak berat. Kalau agak berat tidak kami prioritaskan dulu," ucap Ganjar.

Sementara itu, salah seorang pasien asal Kota Bandung bernama Wiguna mengaku tidak bisa menyalurkan suaranya dalam Pemilu 2019. Pasalnya dia tidak membawa KTP elektronik sebagai syarat agar bisa menyalurkan hak politiknya.

"Tadi sempat ditawarin, tapi saya enggak bawa KTP. Jadi tidak bisa nyoblos," ujar Wiguna.


Saksikan juga video 'Ribut-ribut Pemilu di Bali: Surat Suara Habis, Pemilik A5 Protes':

[Gambas:Video 20detik]


(mso/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed