DetikNews
Rabu 17 April 2019, 14:59 WIB

Gegara Surat Suara Tertukar, Pencoblosan di Cianjur Molor 2 Jam

Syahdan Alamsyah - detikNews
Gegara Surat Suara Tertukar, Pencoblosan di Cianjur Molor 2 Jam Foto: Istimewa
Cianjur - Sejumlah permasalahan terkait proses pemungutan suara terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Di Desa/Kecamatan Haurwangi proses pemungutan suara sempat dihentikan karena adanya surat suara Dapil (Daerah Pemilihan) yang tertukar.

Permasalahan terjadi di TPS 19 dan TPS 5, proses pemungutan suara terhenti hampir selama 2 jam karena menunggu kelebihan surat suara dari TPS lainnya.

"Sekitar pukul 09.30 WIB dihentikan lalu berlanjut sekitar pukul 11.30 WIB karena perlu waktu untuk akomodir dihentikan dulu PPS setempat bergerak ke TPS lain mencari surat suara yang ada lebih, ketika kuota terpenuhi sesuai yang dibutuhkan baru proses dilanjutkan," kata Ganjar Komisioner PPK Haurwangi, melalui sambungan telepon.

Surat suara yang tertukar antara dapil 4 yang seharusnya wilayah Selatan Cianjur masuk ke Dapil 3 tempat TPS 19 dan 5 berada. Menurut Ganjar dari KPU sendiri tidak ada surat suara cadangan.

"Kami pelaksana di lapangan, sesuai surat terima ya kami terima. Kondisi kotak suara tidak bisa dibuka karena disegel, kita tidak bisa periksa. Saat ini proses pemungutan suara sudah selesai," jelasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman menilai pelaksanaan pemungutan suara di beberapa tempat di Kabupaten Cianjur dianggap mengecewakan. Dia menilai ada banyak kekurangan pada pelaksaan yang tergelar sejak pagi hingga siang di sejumlah TPS.

Herman mengaku secara mobile mengontrol kesiapan TPS di sejumlah tempat hingga sekitar pukul 04.00 WIB, Rabu (17/4). Dari hasil laporan yang dia terima terdapat keterlambatan logistik hingga surat suara yang tertukar.

"Saya cek distribusi sampai jam empat pagi ternyata masih banyak yang belum di distribusikan, saya dengan Ibu Kapolres Cianjur (AKBP Soliyah) padahal sudah bantu untuk mempercepat prosesnya," kata Herman kepada detikcom melalui sambungan telepon.

Akibat keterlambatan itu menurut Herman banyak daerah yang kekurangan logistik dan distribusi ke setiap tingkatan pelaksana yang akhirnya terlambat.

"Yang paling banyak timbul itu keluhan kurangnya logistik untuk TPS, kondisi tersebut terjadi akibat pemenuhan distribusi dari pusat yang terlambat datang ke daerah," lanjut dia.

Kedua dijelaskan Herman terkait adanya surat suara yang tertukar, hal ini akibat proses distribusi yang diduga terburu-buru hingga mengakibatkan petugas kurang teliti.

"Ada surat suara yang tertukar antar daerah pemilihan (Dapil). Harusnya Dapil 1 masuk ke dapil 3 ada dapil 3 ke Dapil 2 , karena mungkin saja pengirimannya telat akhirnya (petugas) kurang teliti lalu cepat cepat," ujarnya.

Selain semua hal tersebut, Herman juga menyesalkan kotak suara yang kurang sampai harus meminjam ke wilayah kabupaten yang lain. "Intinya kurang memuaskan, saya sangat kecewa. Antusias pemilih sudah baik namun penyelenggara seperti kurang siap," imbuh dia.


Saksikan juga video 'Warga di Makassar Temukan Surat Suara Cacat Saat Mencoblos':

[Gambas:Video 20detik]


(sya/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed