Disdik Garut Dipolisikan Gegara Soal Ujian 'Bubarkan Banser'

Hakim Ghani - detikNews
Rabu, 10 Apr 2019 20:49 WIB
Soal ujian SMP di Garut yang dinilai telah mendiskreditkan Banser NU. (Foto: Hakim Ghani/detikcom)
Garut - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) berang dengan beredarnya kertas soal ujian yang mencantumkan 'Bubarkan Banser' dalam materi USBN Bahasa Indonesia tingkat SMP di Garut. Buntutnya, mereka melaporkan Disdik Garut ke polisi.

"Sudah (lapor polisi). Kita dari LBH Ansor Jabar juga sudah melakukan investigasi sebelumnya. Saya belum kroscek lagi tapi terakhir kita komunikasi dengan LBH mereka sudah lapor," ujar Kasatkorwil Banser Jawa Barat Yudi Nurcahyadi saat dihubungi detikcom, Rabu (10/4/2019).


Yudi menjelaskan pelaporan dilakukan ke Mapolda Jabar. Pelaporan tersebut terkait dugaan pencemaran nama baik Banser oleh Dinas Pendidikan Garut. Menurut Yudi, soal ujian yang berisi 'Bubarkan Banser' itu sangat mencoreng nama baik organisasi mereka.

"Kita tetap akan menempuh jalur hukum karena ini terkait masalah citra organisasi kita, marwah organisasi kita, dan jelas-jelas permasalahan tersebut (pembakaran bendera HTI) secara hukum telah inkrah," tuturnya.


Banser meminta Bupati Garut mencopot Kadisdik Garut Totong beserta tim pembuat soal ujian. Yudi mengancam Banser se-Jabar akan turun ke Garut untuk menuntut kadisdik dicopot.

"Ini sudah kita laporkan ke Mapolda Jabar. Apabila tidak ada itikad baik dari Disdik, kita akan turun se-Jawa Barat untuk menuntut Kadisdik Garut dicopot," kata Yudi.

Dihubungi terpisah, Kadisdik Garut Totong masih menelusuri kertas soal ujian tersebut. Dia akan klarifikasi sejumlah pihak berkaitan permasalahan itu. (bbn/bbn)