DetikNews
Selasa 26 Maret 2019, 17:36 WIB

Bawaslu Sukabumi Hentikan Penyelidikan Belasan Kades Dukung Jokowi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Bawaslu Sukabumi Hentikan Penyelidikan Belasan Kades Dukung Jokowi Belasan kades dua kecamatan di Sukabumi dukung Jokowi/Foto: Tangkapan layar video viral
Sukabumi - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukabumi menghentikan penyelidikan video dukungan belasan Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Warungkiara dan Bantargadung yang mendukung pasangan calon Jokowi -Ma'ruf Amin.

Bawaslu beralasan kasus itu cacat materil dan tidak adanya saksi membuat pemeriksaan, pengkajian dan penyelidikan, sehingga kasus itu terpaksa dihentikan.

"Kita tidak bisa melanjutkan kasus ini karena kita kesulitan saksi. Jadi karena kesulitan saksi ini tidak bisa kita paksakan karena cacat materilnya tidak bisa dipenuhi seperti itu. Karena penindakan dalam pemilu itu berbeda dengan pidana umum, ada batas waktu yang nantinya bisa ditambahkan keterangan ini oleh pihak kepolisian dan kejaksaan," kata Teguh Hariyanto, Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi kepada awak media di kantornya, Selasa (26/3/2019).

Didampingi tim Sentra Gakumdu dari kejaksaan dan kepolisian Teguh mengungkap keputusan yang dikeluarkan oleh Bawaslu serta Gakumdu itu berpegangan pada Pasal 477 undang-undang No 7 tahun 2017 tentang Pemilu penyelidikan, penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan tentang Pemilu dilakukan berdasarkan UU No 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana kecuali ditentukan lain dalam undang-undang.

Selain itu masih dikatakan Teguh, dalam KUHAP pasal 1 angka 26 saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan penuntutan dan pemeriksaan di pengadilan tentang tindak lanjut yang dilihat sendiri, dialami sendiri didengar sendiri poin ini yang dianggap Teguh membuat pihaknya menghentikan kasus ini.

Untuk kronologi sendiri, Teguh mengungkap pihaknya menemukan video deklarasi yang dilakukan oleh para kades tersebut viral di media sosial.

"Berawal dari medsos kemudian dari nomor-nomor yang tidak jelas banyak masuk kepada saya tentang video viral tersebut dan dugaannya dilakukan di suatu tempat di hotel nah disini kita kesulitan untuk saksi seperti itu," jelasnya.

Terkait perekam video tersebut Teguh juga mengaku belum mengetahui dengan alasan keterbatasan waktu. Begitu juga dengan adanya pihak yang mengarahkan aksi kades tersebut, keterangan Bawaslu terlihat seperti mengambang.

"Karena keterbatasan waktu kami kesulitan mencari siapa perekam ini. Kalau soal yang mengarahkan teman-teman sendiri bisa melihat di video memang ada yang mengarahkan nah secara tidak langsung mungkin kades kades di sana ikut aktif mengikuti arahan dari orang tersebut, sudah dijelaskan juga oleh penyidik," tutup Teguh.

Sebelumnya salahsatu kades yang hadir diwawancara detikcom. Kepala Desa Bantar Kalong, Kecamatan Warungkiara, Syahrial Hasan mengaku aksi itu dilakukan secara spontan usai acara reses anggota legislatif dari Partai Golkar di salah satu hotel di Kecamatan Warungkiara pada 26 Februari lalu.

"Ada reses Pak Phinera Wijaya pada 26 Februari. Setelah selesai reses spontan kita langsung deklarator (deklarasi). Intinya memang itu kades-kades dibarengi tim Phinera," kata Syahrial melalui sambungan telepon dengan detikcom, Sabtu (23/3/2019).


Simak Juga 'Ada Bupati Kutuk Kades Tak Pro-Jokowi, Mendagri Serahkan ke Panwas':

[Gambas:Video 20detik]


(sya/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed