ADVERTISEMENT

Besok, Komisi I DPRD Jabar Panggil Sekda Bahas TAP Ridwan Kamil

Mochamad Solehudin - detikNews
Rabu, 20 Mar 2019 12:06 WIB
Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - Komisi I DPRD Jabar akan memanggil Sekda Jabar Iwa Karniwa dan beberapa instansi terkait untuk meminta penjelasan soal pembentukan Tim Akselerasi Pembangunan (TAP), Kamis (21/3/2019) besok.

Sebagaimana diketahui, tim khusus yang dibentuk Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuai polemik di masyarakat. Apalagi diketahui tim itu diisi oleh beberapa orang dekat Emil sapaan akrab Ridwan Kamil, mulai dari eks timses hingga adik kandung.

"Besok (Kamis 21 Maret) kan kita panggil (Sekda dan instansi terkait)," kata Ketua Komisi I DPRD Jabar Syahrir, saat dihubungi, Rabu (20/3/2019).

Syahrir menyatakan, selain Sekda pihaknya juga akan meminta keterangan kepada Biro Organisasi dan Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Jabar. Dia mengaku ingin mengetahui dasar hukum hingga masalah honor untuk personel TAP dari dua instansi tersebut.

"Jadi yang kita undang itu Sekda, Biro Organisasi, Biro Hukum yang mengkaji soal dasar hukum pembentukan TAP," ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, keberadaan beberapa orang dekat orang nomor satu juga akan disoroti dalam pertemuan nanti. Karena masalah ini telah mendapat peringatan dari KPK terkait potensi terjadinya konflik kepentingan.

"Kita akan soroti juga, karena kan sudah ada warning dari KPK. Tapi kita ingin tahu urgentnya apa (soal keberadaan adik dan orang dekat lainnya). Apa tidak ada orang lain atau seperti apa," ujarnya.

Sebelumnya, TAP dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 060.1/Kep.1244-Org/2018 yang dikeluarkan pada 27 November 2018. Tim itu diketuai Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad ini diisi oleh belasan pakar dengan latar belakang berbeda.

Beberapa nama eks timses saat Emil sapaan akrab Ridwan Kamil juga mewarnai tim tersebut. Seperti Arfi Rafnialdi yang mendapat tugas sebagai Ketua Harian TAP Jabar. Selain itu, ada juga nama Sri Pujiyanti yang menjadi Wakil Sekretaris dan Lia Endiani dipercaya Ketua Tim Media Tim Kampanye. Keduanya kini berada dalam Dewan Eksekutif TAP Jabar. Belum lagi ada eks komisioner KPU Jabar Ferdhiman Putera Bariguna yang juga di dewan eksekutif.

"Ada eks timses (tim sukses), jangan terlalu apriori. Timses itu kan yang dipercaya oleh saya. Selama baik, tidak melanggar aturan, eksploitasi kedekatan saya kira wajar-wajar saja," kata Emil belum lama ini.

Tidak hanya ada eks timses, TAP Jabar juga dihuni beberapa keluarga besar Emil. Misalnya sang adik Elpi Nazmuzzaman. Selain adik, ada juga sepupu Emil, Wildan Nurul Padjar dalam Dewan Eksekutif TAP Jabar.Sri Pujiyanti yang merupakan eks timses sekaligus anggota TAP Jabar. (Ralat Sri Pujiyanti bukan keponakan Ridwan Kamil. Sebelumnya tertulis dia keponakan Emil)

Keberadaan mereka mendapat sorotan dari sejumlah fraksi di DPRD Jabar. Keberadaan mereka khawatir menimbulkan konflik kepentingan yang bisa mengganggu jalannya pemerintahan.

"Kan namanya keluarga pasti pengen keluarganya, kasarnya sohor lah. Kalau dalam Sunda maupun Jawa ada istilah biar tekor asal ke sohor. Ini repot urusannya kalau sudah seperti itu," kata Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Daddy Rohanady saat dihubungi, Rabu (13/3/2019).

Mengenai hal itu, Emil menyatakan adiknya dan juga anggota TAP lainnya telah menandatangani pakta integritas. Ia memberikan garansi tidak akan terjadi konflik kepentingan. Ia pun mempunyai alasan sendiri memilih orang-orang dekatnya, yaitu adanya chemistry serta kemampuan yang dimiliki mereka.

"Siapa kriteria di TAP itu memang subjektif, satu kompetensi dua chemistry. Yang pinter banyak tapi tidak ada chemsitry ya susah. Kalau chemistry saja tanpa kompetensi, ini KKN. Jadi 19 orang ini bisa dipertanggungjawabkan speknya. Ini bukan penampungan timses," ujarnya.


RK Menyinergikan SDM di Jabar untuk Membangun, Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(mso/ern)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT