DetikNews
Jumat 15 Maret 2019, 13:09 WIB

Jaksa akan Panggil Benny Bachtiar sebagai Saksi Kasus Korupsi Itoc Tochija

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jaksa akan Panggil Benny Bachtiar sebagai Saksi Kasus Korupsi Itoc Tochija Benny Bachtiar/Foto: ist.
Bandung - Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Cimahi akan memanggil Benny Bachtiar, calon Sekda Kota Bandung yang direkomendasikan Ridwan Kamil. Benny dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Raya Cibereum dengan terdakwa mantan Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija.

"Untuk nama-nama yang ada dalam dakwaan dihadirkan. Ya tapi barangkali tidak seluruhnya. Kalau Benny Bachtiar iya lah, dipanggil Insya Allah," ucap Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi, Harjo saat dihubungi, Jumat (15/3/2019).

Dalam dakwaan jaksa Kejari Cimahi, Benny yang saat itu menjabat sebagai Kepala Sub Bidang Perencanaan, Pendapatan dan Anggaran Belanja disebut diperintahkan oleh Itoc memasukkan nominal anggaran penyertaan modal sebesar Rp 27 miliar saat pembahasan anggaran daerah di DPRD Cimahi. Padahal Itoc sudah meminta Rp 31 miliar untuk penyertaan modal.

Uang Rp 27 miliar itulah yang diberikan kepada Perusahaan Daerah (PD) Jati Mandiri. Perusahaan pelat merah Kota Cimahi inilah yang meneken kerja sama dengan Idris Ismail selaku pemilik PT Lingga Buana Wisesa. Dalam nota kerja samanya, PT Lingga Buana Wisesa menyediakan lahan sementara Pemkot Cimahi melalui PD Jati Mandiri menyediakan duit sebesar Rp 42 miliar.



Uang Rp 42 miliar itu diberikan kepada PT Lingga Buana Wisesa dalam dua tahap. Pertama sebesar Rp 27 miliar dan kedua Rp 15 miliar dalam kurun waktu tahun 2006 dan 2007.

Akan tetapi setelah anggaran dikeluarkan, pembangunan pasar tersebut justru mangkrak. Singkat cerita setelah perombakan struktur PD Jati Mandiri, kerja sama operasi (KSO) investasi pembangunan pasar Cibereum itupun berakhir. Dalam poin pengakhiran kerja sama, PD Jati Mandiri dan PT Lingga Buana Wisesa membagi hasil kekayaan. PT LBW yang semula tak memiliki dana ketiban untung dengan mendapatkan Rp 37 miliar. Dari kasus ini, hasil penghitungan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kerugian negara senilai Rp 37 miliar.

Sementara itu, Benny dihadirkan ke sidang setelah putusan sela keluar. Sebab, pihak Itoc melalui kuasa hukumnya, mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan jaksa.

Apabila nantinya hakim menolak eksepsi Itoc, sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi. Di situlah, jaksa memiliki waktu untuk memanggil Benny ke persidangan.

"Ya kita panggil orang yang tahu peristiwa itu dan bisa menceritakan kejadiannya," kata Harjo.



Nama Benny mulai ramai diperbincangkan saat diajukan oleh Ridwan Kamil sebagai sekda menggantikan Yossi Irianto yang mundur karena ikut Pilwalkot Bandung. Mendagri pun menyetujuinya.



Benny sendiri dikatakan Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, terpilih dari hasil seleksi. Benny masuk dalam tiga besar bersama dua ASN Kota Bandung yakni Mohamad Salman Fauzi (Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan) dan Ema Sumarna (Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah). Dari tiga nama tersebut nama Benny menduduki posisi paling buncit.

"Hari ini saya umumkan secara fair dan adil hasil musyawarah, maka calon Sekda Kota Bandung yang akan diajukan ke Kemendagri adalah Pak Benny Bachtiar," ujar Ridwan Kamil saat masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung, Jumat 20 Juli 2018 lalu.



Namun karena masa jabatan sebagai wali kota berakhir, Emil tak sempat melantik Benny. Setelah menjadi gubernur, Emil sempat mengeluarkan surat agar Wali Kota Bandung Oded segera melantik Benny. Namun Oded bergeming. Ia lebih memilih beberapa kali mengangkat plt Sekda. Saat ini Plt Sekda diduduki oleh Ema Sumarna.

Oded menjanjikan pada 20 Maret mendatang, sekda definitif segera diumumkan.
(dir/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed