Polisi Sebut Video Kampanye Hitam ke Jokowi Picu Konflik Sosial

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 25 Feb 2019 15:09 WIB
Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom
Bandung - Polisi mengamankan 3 emak-emak terkait video viral kampanye hitam Jokowi-Ma'ruf Amin. Polisi menyebut munculnya video itu dapat memancing konflik masyarakat.

"Mengapa Polda Jabar melakukan langkah ini, karena kita adalah serangkaian tindakan pencegahan bersifat preventif. Karena dapat memunculkan konflik di tengah masyarakat dan bisa menimbulkan keresahan," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (25/2/2019).

Ketiga ibu-ibu yang diamankan ini merupakan warga Karawang. Ketiganya yakni ES warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang, IP warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang dan CW warga Telukjambe, Desa Sukaraja, Kabupaten Karawang.



Pihaknya menegaskan tak akan pandang bulu dalam mengusut kasus ini. Segala hal yang termasuk pelanggaran pidana akan ditindak secara hukum.

"Kita tidak ingin demokrasi dalam tatanan masyarakat ini dirusak dengan adanya black campaign atau berita bohong. Kepada siapapun yang melakukan kita lakukan tindakan hukum," kata Truno.

Truno mengatakan ketiganya bisa dijerat dengan beberapa pasal seperti undang-undang pemilu hingga UU ITE Pasal 28 ayat 2. Ancaman hukumannya bisa mencapai 6 tahun penjara. Saat ini penyidik tengah mendalami terkait pelanggaran yang dilakukan oleh ketiga orang ibu rumah tangga tersebut.



Sebelumnya warga Karawang dibuat geger dengan video aksi sosialisasi berisi kampanye hitam terhadap Jokowi - Maruf yang viral di media sosial. Sebab, diduga kuat peristiwa dalam video itu terjadi di Karawang.

Dalam video yang beredar, dua orang perempuan tersebut berbicara dalam bahasa sunda saat kampanye door to door. Warga diyakini bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis.

"Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin," kata perempuan di video yang viral.

Jika diartikan, sosialisasi itu memiliki arti:

Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin.

(dir/ern)