DetikNews
Jumat 22 Februari 2019, 21:28 WIB

Sambil Teriak 'Begal', Berandalan Motor Habisi Nyawa Andri

Sudirman Wamad - detikNews
Sambil Teriak Begal, Berandalan Motor Habisi Nyawa Andri Pelaku pengeroyokan Andri. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Nyawa Andri (25) dihabisi sekelompok berandalan motor di Cirebon. Saat dikeroyok, Andri diteriaki sebagai begal oleh para pelaku.

Kapolresta Cirebon AKBP Roland Ronaldy menceritakan kejadian keji yang menimpa Andri itu terjadi pada Minggu (10/2) dini hari. Insiden maut tersebut bermula ketika Andri berboncengan dengan rekannya melintasi Jalan Drajat, Kota Cirebon, menuju rumahnya di Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

"Tepat di depan SPBU Jalan Drajat, korban ini dilempari batu oleh salah seorang pelaku dari kelompok sepeda motor. Sehingga motor korban pun terjatuh," kata Roland di Mapolresta Cirebon, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Jumat (22/2/2019).

Kendati terjatuh, menurut dia, Andri kembali bangun kembali dan mendekati para pelaku. Andri kesal dengan kelakuan para pelaku. Berdasarkan keterangan saksi, menurut Roland, Andri sempat memukul seorang berandalan menggunakan sabuk pinggang.

"Kelompok motor itu melakukan perlawanan terhadap korban. Korban dan rekannya sempat lari. Namun Andri berhasil ditangkap oleh para pelaku," kata Roland.

Sambil Teriak 'Begal', Berandalan Motor Habisi Nyawa AndriKapolresta Cirebon AKBP Roland Ronaldy memperlihatkan barang bukti. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Korban sempat melarikan diri menuju musala terdekat. Lima orang pelaku yakni JF, MA, DF, dan MW mengejar dan menangkap Andri. Menurut Roland, kelima pelaku itu menggiring Andri ke perempatan yang lokasinya tidak jauh dari lokasi pelemparan.

"Korban dibawa di perempatan Jalan Cucimana, kemudian diteriaki begal. Andri dikeroyok, saat pengeroyokan datanglah pelaku lainnya yakni MR, IM, dan RAK yang juga ikut mengeroyok korban hingga tergeletak tak sadarkan diri di lokasi," tutur Roland.

Andri sempat dibawa oleh masyarakat sekitar ke rumah sakit terdekat. Namun nyawanya tak tertolong.

Tujuh pelaku yang terlibat itu, enam di antaranya masih anak-anak. Polisi berhasil meringkus lima orang pelaku di tempat yang berbeda-beda. Dua di antaranya masih buron.

"MW pelaku dewasa ditangkap di kediamannya, IM di kediamannya, RAK di sekolahnya, JF menyerahkan diri, dan MR di rumahnya. Dua lainnya, yakni DF dan MA masih dilakukan pencarian," ucap Roland.

Para pelaku dijerat pasa 338 KUHPidana dan atau pasal 170 KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
>