DetikNews
Selasa 19 Februari 2019, 19:30 WIB

Rekannya Dikeroyok, Massa Driver Ojol Geruduk Mapolsek Parungkuda

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rekannya Dikeroyok, Massa Driver Ojol Geruduk Mapolsek Parungkuda Sejumlah driver ojol ramai-ramai mendatangi Mapolsek Parungkuda Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Massa driver ojek online (ojol) menggeruduk Polsek Parungkuda, Sukabumi, Jawa Barat. Kedatangan mereka meminta polisi mengamankan pengeroyok seorang driver ojol.

Kabar tentang dugaan penganiayaan tersebut viral di media sosial dan aplikasi berbagi pesan berbentuk rekaman video dan suara. Dalam beberapa rekaman menyebut pelaku pemukulan adalah oknum ojek pangkalan (opang).

"Informasinya ada rekan kami yang dihadang pulang antar konsumen dari Parungkuda ke Cibadak. Atribut diambil sempat dipukulin juga oleh pelakunya, korban juga sudah membuat visum ke rumah sakit," kata Beni, salah seorang rekan korban melalui sambungan telepon dengan detikcom, Selasa (19/2/2019).

Massa ojol sempat berkonvoi dari Cibadak menuju Polsek Parungkuda dengan pengawalan kendaraan patroli Polsek Cibadak.

"Kedatangan kami ke kepolisian ingin agar pelakunya segera diamankan, selain itu kami juga berharap kejadian serupa tidak lagi terulang kami ingin aman dan nyaman saat narik," ujar Beni.

Rekannya Dikeroyok, Massa Driver Ojol Geruduk Mapolsek ParungkudaMassa driver ojol menggeruduk Polsek Parungkuda. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sekitar 20 menit berkumpul di Polsek Parungkuda massa ojol lalu membubarkan diri. Korban diketahui bernama Ikhsan Kamil, warga Kecamatan Parungkuda. "Dia luka di wajah akibat pukulan dan hantaman helm," ucap Beni.

Kapolsek Cibadak Kompol Suhardiman membenarkan kedatangan kelompok ojol ke Polsek Parungkuda merupakan aksi solidaritas karena ada rekan mereka yang diduga dipukul.

"Mereka datang sebagai bentuk solidaritas karena ada rekannya gesekan di jalan sudah kita terima laporannya korban mengaku dipukul. Kita akan coba lakukan proses penegakan hukum, nama (pelaku) sudah kita kantongi anggota juga sudah melakukan pengejaran," kata Suhardiman kepada awak media.

Terkait pemicu kejadian tersebut, Suhardiman menduga terkait adanya kesepakatan antara ojol dan opang. Ojol dilarang untuk mengambil penumpang sembarangan di sekitar kawasan opang.

"Kesepakatan itu sebenarnya sudah disetujui oleh kedua belah pihak, namun sepertinya ada gesekan lain yang berujung pemukulan. Intinya kasusnya kita tangani, untuk korban ada satu orang yang melapor," ucap Suhardiman.
(sya/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed