DetikNews
Selasa 19 Februari 2019, 15:38 WIB

Nama Capres Digaungkan di Stadion, Pengamat Sebut Preseden Buruk

Mochamad Solehudin - detikNews
Nama Capres Digaungkan di Stadion, Pengamat Sebut Preseden Buruk Foto: Wisma Putra
Bandung - Pengamat sepak bola Sarman El Hakim menilai teriakan nama capres 02 Prabowo Subianto oleh sejumlah bobotoh pada laga Persib Bandung Vs Arema FC, di Stadion Si Jalak Harupat menjadi preseden buruk bagi netralitas dan sportivitas dunia olahraga, khususnya sepak bola. PSSI disebutnya belum berhasil menjaga netralitas sepakbola dari urusan politik.

"Bukan gagal ya, tapi PSSI sebagai pengelola Liga Indonesia tidak punya visi memproteksi netralitas sepak bola. Tidak pernah berinteraksi dengan masyarakat tentang isu yang berkembang. Akhirnya terjadilah seperti itu," katanya dalam rilis yang diterima redaksi, Selasa (19/2/2019).



Dia menyebut, kasus teriakan nama Prabowo bukan pertama kali terjadi. Beberapa saat lalu, teriakan Prabowo dan 2019 ganti presiden juga terjadi di Stadion GOR H Agus Salim, Padang.

"Kondisi saat ini, sepak bola tidak hanya digiring ke politik. Namun netralitas sepak bola juga sempat digiring isu agama, seperti save Palestina," ucapnya.

Menurutnya, berbagai kasus itu terjadi menjadi bukti tidak profesionalnya PSSI mengurus sepak bola tanah air. Seharusnya PSSI bisa meredam isu politik dan isu lainnya masuk dan mengganggu dunia sepak bola.

"Suporter itu ada koordinatornya kan. Seharusnya bisa diantisipasi, dicegah. Sebab utamanya, suporter ini, di manapun bukan orang sembarangan," katanya.



Dia juga memandang, PSSI selama ini tidak memiliki perencanaan yang jelas tentang sepak bola Indonesia. Terutama menyangkut pembinaan suporter.

"Ketika faktor kesengajaan sudah terjadi sekali. Maka saya yakin akan terjadi lagi nanti. Jika itu terjadi maka sepak bola sudah jauh dari harapan," ujarnya.

Sementara itu, pengamat politik Unpad Muradi menambahkan, dalam memen Pilpres saat ini semua hal bisa terjadi. Namun sayangnya hal tersebut kadang diungkapkan tidak pada tempatnya. Contohnya aksi segelintir bobotoh yang menyebut nama Prabowo di dalam stadion.

"Bila masalah olahraga dicampur politik, maka penyelenggara bisa kena sanksi. Bahkan, paling keras jika tim tuan rumah menang bisa didiskualifikasi," katanya.



Menurut Muradi, bila ada hal ini terbukti ada kesengajaan maka beberapa pihak harus terlibat untuk menginvestigasi hal tersebut. Salah satunya Bawaslu.

"Ini yang akan mengikat, jika terulang, maka manajemen dan panpel bisa disanksi atau didenda oleh Bawaslu karena tidak menertibkan suporter. Itu bisa dilaporkan," ujarnya.


Simak Juga 'Ridwan Kamil Diteriaki 'Prabowo' Saat Nonton Persib Bandung':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed