DetikNews
Selasa 19 Februari 2019, 15:30 WIB

Cerita Menteri PUPR soal Normalisasi Citarum Selalu Gagal

Wisma Putra - detikNews
Cerita Menteri PUPR soal Normalisasi Citarum Selalu Gagal Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Kabupaten Bandung - Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono mengungkapkan bahwa selama ini normalisasi Sungai Citarum kerap gagal. "Kilas balik sedikit saja, kita tangani Citarum yang selalu gagal," kata Basuki dalam sambutannya di Pameran Citarum Expo 2019 di Gedung Sabilulungan, Soreang, Selasa (19/2/2019).

Menurut dia, pihak Kementerian PUPR sudah turun tangan menangani Citarum. "Sudah puluhan tahun dengan pengerukan, tapi pengerukan Citarum dua tahun sedimentasi ada lagi. Apa yang kita kerjakan sedimentasi lagi. Berarti kita gagal," ujarnya.


Basuki mengungkapkan Citarum tidak bisa dikerjakan engineering saja. "Harus komprehensif, rencana aksi ini, kita lebih terfokus. Siapa dan berbuat apa, sampai kapan selesainya dan kapan output-nya," katanya.

"Jokowi memerintahkan program Citarum secara intensif. Pepres Nomor 15 tidak akan berjalan tanpa kerja sama, pasti tidak akan maksimal jadinya. kita sepakati dan secara disiplin harus kita selesaikan bersama. Semua bekerja sesuai target agar tidak kehilangan kompas," tutur Basuki menambahkan.


Dia mengungkapkan penanganan Sungai Citarum ini dibutuhkan sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi, daerah dan pihak lainnya. "Saya kira baru kali ini (bersinergi) apapun yang kita lakukan, (tidak busa dengan) pembangunan kolam retensi dan Curug Jompong, juga (harus) melibatkan komunitas dan pihak swasta," ucap Basuki.

Selain Basuki, hadir Menteri Kordinator Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Bupati Bandung Dadang Naser membuka Pameran Citarum Expo 2019. Mereka mengunjungi sejumlah stand di acara pameran yang bertajuk 'Harmonisasi dan Kolaborasi untuk Citarum Harum Juara'.


Pameran ini digelar hanya sehari untuk menyampaikan kepada publik dan pemangku kepentingan untuk memperlihatkan kondisi DAS Citarum dan alirannya. Sebelum menyampaikan sambutan, Ridwan Kamil membuka acara dengan membaca pantun.

"Naek Toyota di akhir tahun, harus sabar banyak tikungan. Titip jaga Citarum Harum, ku warga Jabar nu cinta lingkungan," ujar Emil, sapaan Ridwan.

"Aya randa di kabaya, balanja na ka Dalam Kaum. Jabar na pasti juara, Citarum pasti harum," kata Emil yang juga Dansatgas Citarum.

Menurutnya, selama ini penanganan Citarum masih kurang koordinasi. "Kurang ngobrol satu sama lain, semua terlalu masing-masing. Hari ini mudah mudahan wajah Sabilulungan, gotong royong siap. Insyaaalah dalam hitungan matematis kurang dari tujuh tahun, Citarum Harum dari yang paling kotor menjadi paling bersih di Indonesia," tutur Emil.


Simak Juga 'Citarum yang Cantik, Tapi Merana':

[Gambas:Video 20detik]



(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed