DetikNews
Selasa 12 Februari 2019, 10:03 WIB

Fakta-fakta Dugaan Bos Tekstil Bandung Dimutilasi di Malaysia

Wisma Putra - detikNews
Fakta-fakta Dugaan Bos Tekstil Bandung Dimutilasi di Malaysia Foto: Wisma Putra
Kabupaten Bandung - Bos Tekstil asal Kabupaten Bandung Ujang Nuryanto (37) diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia. Mayat yang diduga Nuryanto ditemukan sepekan setelah keluarga hilang kontak.

Kasus ini kini menjadi perhatian atase Polri di Kuala Lumpur dan tim KBRI. Mereka terus berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia PDRM dalam proses penyelidikan kasus ini.

Begini fakta-fakta dugaan kematian Nuryanto yang ditemukan dengan mayat mengenaskan.

1. Nuryanto Pergi Bersama Ai Munawaroh

Sepengetahuan Istri Nuryanto, Meli Rahnawati (33), suaminya pergi sendiri ke Malaysia pada 17 Januari untuk menagih hasil penjualan kain dari rekan bisnisnya sebesar Rp 7 miliar. Saat Nuryanto tak bisa dihubungi sejak 22 Januari, keluarga akhirnya menelusuri ke maskapai penerbangan Air Asia.

Dari data maskapai, Nuryanto pergi bersama Ai Munawaroh tanggal 17 Januari dan harusnya kembali pada 23 Januari. Tiket pesawat kepulangan tidak dipakai. Meli mengaku tidak mengenal Ai Munawaroh.

2. Satu Tahun Bisnis Tekstil di Malaysia, Mau Tagih Uang Rp 7 M

Meli mengaku baru setahun terakhir ini suaminya bisnis tekstil ke Malaysia. Menurut informasinya yang diperoleh, sedikitnya enam kali Nuryanto pergi ke Malaysia, satu tahun terakhir ini.

"Mulai bisnis kain dari Tahun 2004, bisnis ke Malaysia sudah satu tahun. Biasanya ke Malaysia seminggu," kata Meli saat ditemui di rumahnya di Kecamatan Baleendah.

Meli mengaku mengenal salahsatu rekan bisnisnya yaitu bernama Mahatir, karena ia pernah berkunjung ke Bandung. Namun sebelum pergi, Meli mengaku suaminya akan bertemu rekan bisnis lainnya bernama Muhammad Jimmy.

Kepergian Nuryanto pertengahan Januari lalu, menurutnya untuk menagih hasil penjualan kain sebesar Rp 7 miliar. Meli mengaku suaminya mengatakan masih ada barang yang belum terjual sebesar Rp 2 miliar.

Meli, istri NuryantoMeli, istri Nuryanto Foto: Wisma Putra




3. Keluarga Hilang Kontak Pada 22 Januari

Menurut Meli suaminya selalu menghubunginya selama berada di Malaysia. "Sabtu, Tanggal 19 nelepon. Senin, Tanggal 21 nelepon juga. Senin malamnya, masih di Tanggal 21 Januari nelepon lagi. Hilang kontak Tanggal 22 Januari," ungkapnya.

Tanggal 23 Januari, Meli dan anaknya terus berusaha menghubungi telepon Nuryanto. Namun hingga kini teleponnya tidak aktif.

4. Keluarga Tahu Kabar Dugaan Mutilasi 31 Januari

Temuan dua mayat dimutilasi di pinggir Sungai Laboh, Selangor, Malaysia, membuat geger publik negeri jiran itu pada 26 Januari. Pada saat ditemukan, kepala jenazah tidak ditemukan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber yang enggan disebutkan identitasnya, penelusuran pertama kali dilakukan pihak keluarga Ai Munawaroh. Mereka lah yang pertama kali ke Malaysia dan mendapat informasi mengenai dugaan Nuryanto dan Ai jadi korban mutilasi.

Hal itu diamini salahsatu pengacara Nuryanto, Hermawan. Menurutnya keluarga Ai duluan yang pergi ke Malaysia. Baru pada tanggal 1 Februari, tim pengacara ke Malaysia dan 4 Februari adik Nuryanto menyusul.

Sementara istri Ai, Meli, mengaku baru mengetahui kabar dugaan suaminya jadi korban mutilasi pada 31 Januari. "Tahu dari adik Aa," katanya.



5. Keluarga Tes DNA

Adik Nuryanto pergi ke Malaysia untuk tes DNA. Kabarnya begitu juga dengan keluarga Ai Munawaroh. Mereka sudah dites DNA. Namun menurut
Hermawan, pengacara Nuryanto, hasil tes DNA baru akan keluar dua minggu lagi paling cepat.

"Untuk kepastian apakah itu jenazah Nuryanto atau bukan, hasilnya nanti dua minggu lagi," katanya.


Saksikan juga video 'Niat Tagih Uang Rp 7 M ke Malaysia, Bos Tekstil Bandung Diduga Dimutilasi':

[Gambas:Video 20detik]


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed