Dandim Cianjur Buatkan Rumah Keluarga yang Masak Makanan Busuk

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 10 Feb 2019 14:12 WIB
Dandim Cianjur bakal bangun rumah baru bagi keluarga Bakri. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Cianjur - Kisah keluarga Bakri (72) yang hidup penuh keterbatasan dan terpaksa memasak makanan basi sampai ke telinga Dandim 0608 Cianjur Letkol INF Rendra Dwi Ardhani.

Rendra berencana merobohkan rumah tidak layak huni milik Bakri dan menggantinya dengan yang baru. Rendra juga mengirimkan bantuan ke keluarga yang berjumlah tiga jiwa tersebut.

"Kemarin sudah ada personel ke lokasi memberikan sedikit bantuan beras dan mi untuk sementara menunjang kebutuhan mereka," kata Rendra kepada detikcom di lokasi, Minggu (10/2/2019).
Menurut Rendra, Bakri dan keluarga memang pernah mendapat perawatan di Panti Aura Welas Asih, Sukabumi. Tempat tinggal yang mereka huni adalah peninggalan orang tua Bakri.

Dengan didampingi Kades Ramasari Agus Sumarna, Rendra mendatangi langsung kediaman keluarga Bakri. Rendra sempat menanyakan bantuan beras yang diserahkan kemarin.

"Ini mana berasnya, ibu sudah makan sama putranya. Kemarin saya titip beras, apakah sudah ibu terima," tanya Rendra kepada Aisyah istri Bakri.

Aisyah menjawab beras dititipkan ke ketua RT setempat namun dia belum menerima kiriman hingga hari ini. "Saya belum makan, biasanya kalau ada bantuan suka nungtut (nyicil) dikasihnya," jawab Aisyah.

Rendra lalu meminta anak buahnya membawa beras untuk dikonsumsi keluarga Bakri. Rendra juga telah menyiapkan tanah relokasi untuk membangun rumah baru untuk Bakri.

"Kodim 0608 beserta Korem 061/Suryakancana akan membangun rumah layak untuk keluarga Pak Bakri, kita akan libatkan warga saat proses pembangunan. Selama ini mereka tinggal jauh dari pemukiman sekitar," katanya.
Dandim Cianjur Buatkan Rumah Keluarga yang Masak Makanan BusukFoto: Syahdan Alamsyah
Menurut informasi yang diperoleh Rendra, rencananya pada Selasa (12/2/ 2019) Bakri dan Aisyah akan dirujuk ke RS Jiwa Marjuki Mahdi, Bogor, untuk mendapatkan penanganan medis yang difasilitasi oleh RT setempat, Kepala Desa dan aparat terkait.

"Menurut keterangan Kades Agus Sumarna, sebenarnya Bakri tidak termasuk keluarga tidak mampu karena lahan tanah yang ditempatinya dan sebidang tanah sawah seluas 750 meter adalah miliknya merupakan harta warisan dari peninggalan orang tuanya," ujar Rendra. (sya/tro)