DetikNews
Selasa 22 Januari 2019, 16:35 WIB

Sekda Jabar Sebut TAP Gubernur Ridwan Kamil Sudah Sesuai Aturan

Mochamad Solehudin - detikNews
Sekda Jabar Sebut TAP Gubernur Ridwan Kamil Sudah Sesuai Aturan Foto: Anggi Muliawati
Bandung - Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa memastikan pembentukan Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) telah sesuai dengan aturan yang berlaku. Tim khusus itu dipayungi Peraturan Gubernur dan Keputusan Gubernur.

"Peraturan gubernur dan keputusan gubernur dasarnya (pembentukan TAP). Juga ada dasar hukum di atasnya sebagai cantolannya," kata Iwa, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (22/1/2019).

Iwa menjelaskan, tim ini mirip dengan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) bentukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tim ini bertugas membantu memberi masukan kepada aparatur sipil negara dalam menjalankan setiap program yang akan dijalankan.

"Jadi Pak Anies juga memanfaat tim akselerasi pembangunan yang secara kapabilitas dan kompetensi dan networking itu lebih baik daripada ASN yang disibukkan hal-hal rutin," ucapnya.



Dia juga mengungkapkan, tim ini sebagai inovasi yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam mengembangkan pemerintahan yang dinamis. Pihaknya ingin menggandeng semua pihak untuk terlibat dalam pembangunan Jawa Barat ke depan.

"Selama ini kita ingin mengadakan satu birokrasi dinamis tentu kami merasakan ASN kita tanpa dorongan. Maka perlu ada satu percepatan pembangunan dan tidak hanya terpaku kepada ASN. Tapi ASN yang ada di lakukan 1 peningkatan kapasitas dalam proses belajar, bekerja sambil jalan dengan masukan dari TAP," ucapnya.

Menurutnya, TAP yang dibentuk ini tidak sebanyak TGUPP yang dibentuk DKI Jakarta. Jumlah anggotanya sekitar 17 orang terdiri dari berbagai latar belakang berberda.

Tim ini diketuai oleh Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad, Ketua Harian Arfi Rafnialdi. Kemudian untuk dewan pakar di antaranya diisi oleh Erry Riyana Hardjapamekas, Indratmo Soekarno, Bernardus Djonoputro, Evi S Saleha, Budi Rahardjo, Budhiana Kartawijaya, Kusmayanto Kadiman, Asep Warlan, Dedi Kusnadi Thamim.



Sementara untuk dewan eksekutif terdapat nama Juwanda, Sri Pujiyanti, Elpi Nazmuzzaman, Ridwansyah Yusuf Achmad, Ferdhiman Putera Bariguna, Lia Endiani, Wahyu Nugroho dan Wilda Nurul Padjar.

Sejauh ini, telah banyak masukan yang dikeluarkan TAP. Saat penyusunan RPJMD misalnya, tim ini secara aktif membantu Pemprov Jabar. Tim ini memberi masukan secara konkret mengenai rencana pembangunan yang akan dilakukan dalam lima tahun ke depan.

"Dalam proses penyusunan RPJMD, banyak hal yang jadi masukan-masukan yang sangat konkret yang diperlukan oleh masyarakat. Karena mereka yang di TAP itu adalah pada umumnya yang punya network dan juga kapasitas dan kemampuan yang mumpuni di bidang masing-masing," ucapnya.



Mengenai masa tugas dari tim khusus ini, Iwa tidak menjelaskan secara speksifik lama waktunya. Hanya saja dia menyebut akan ada evaluasi kinerja secara berkala kepada tim tersebut.

"Masa tugas nanti dievaluasi, jadi enggak bisa ditentukan selama berikan hasil maksimal. Jadi kita lakukan hal sama seperti ASN," katanya.
(mso/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed