DetikNews
Rabu 09 Januari 2019, 16:38 WIB

KA Pangandaran Berpotensi Dongkrak Wisata Priangan Timur

Andi Nurroni - detikNews
KA Pangandaran Berpotensi Dongkrak Wisata Priangan Timur PT Kereta Api Indonesia meluncurkan KA Pangandaran relasi Stasiun Gambir-Bandung-Banjar (PP). Peluncuran KA Pangandaran dilakukan di Stasiun Banjar, Rabu (2/1/2019). (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Pangandaran - Kehadiran Kereta Api Pangandaran yang diluncurkan 2 Januari 2019 berpotensi mendongkrak kemajuan sektor pariwisata di Priangan Timur, khususnya di Banjar, Ciamis dan Pangandaran. Hanya saja, fasilitas angkutan pengumpan (feeder) dari dan ke Stasiun Banjar harus segera dipenuhi.


Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Barat Budijanto Ardiansyah berpendapat kehadiran KA Pangandaran sebagai angin segar untuk sektor pariwisata di Priangan Timur. Menurut Budi, sapaan Budjanto, keberadaan lintasan kereta di Priangan Timur sebelumnya kurang terasa imbasnya terhadap sektor wisata setempat lantaran hanya jadi transit.

"Kalau dulu kan dari Jakarta atau Bandung, mau berhenti di Banjar itu harus membayar tiket tujuan paling jauh, seperti ke Jawa Tengah. Sekarang dengan KA Pangandaran, peumpang bisa berhenti di Banjar dengan harga lebih murah," ujar Budi melalui sambungan telepon, Selasa (9/1/2019).

Menurut Budi, di antara kota dan kabupaten di Priangan Timur, Kabupaten Pangandaran sebagai destinasi wisata unggulan Jawa Barat, berpotensi paling diuntungkan dengan keberadaan rute baru tersebut. Namun begitu, ia berharap Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis juga mengambil peluang ini.

"Industri wisata di Banjar juga harus dikembangkan, biar banjar tidak hanya jadi tempat transit, jadi perekonomian Banjar juga terangkat," ucap Budi.


Selain itu, Budi menambahkan, layanan KA Pangandaran dengan relasi Jakarta-Bandung-Banjar (PP) ini masih menyisakan pekerjaan rumah, yakni ketiadaan angkutan pengumpan. Budi berharap, baik pemerintah lokal dan pelaku usaha perjalanan wisata, dapat bergerak cepat.

"Misalnya untuk teman-teman di Pangandaran, segera menyiapkan transportasi khusus, agar wisatawan mendapat layanan secara terintegrasi," tutur Budi.

PT Kereta Api Indonesia meluncurkan KA Pangandaran relasi Stasiun Gambir-Bandung-Banjar (PP). Peluncuran KA Pangandaran dilakukan di Stasiun Banjar, Rabu (2/1/2019).PT Kereta Api Indonesia meluncurkan KA Pangandaran relasi Stasiun Gambir-Bandung-Banjar (PP). Peluncuran KA Pangandaran dilakukan di Stasiun Banjar, Rabu (2/1/2019). (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Hadirnya KA Pangandaran, menurut Budi, diprediksi akan menambah tren berwisata ala backpacker ke Pangandaran dan sekitarnya. Dia ingin semua segmen wisatawan, baik yang grup inklusif maupun backpacker, bisa terlayani dengan optimal.

Wakil Ketua Association of Tour and Travel Agencies of Pangandaran (ATTAP) Ipik Taupik mengungkapkan para pelaku usaha jasa wisata di Pangandaran sangat antusias menyambut kehadiran KA Pangandaran. Biro-biro perjalanan wisata di Pangandaran, dia menjelaskan, telah turut mempromosikan layanan KA Pangandaran dan menjadikannya bagian dalam paket-paket wisata yang dijual.

"Kita sosialisasikan KA Pangandaran ini, kita pasarkan paket bundling, jadi nanti kami sediakan jemputan untuk wisatawan di stasiun," kata Ipik.


Ipik sepakat dalam waktu-waktu dekat ini, segmen free independent travelers (FIT) atau wisatawan mandiri akan mendominasi pemanfaatan KA Pangandaran. Namun begitu, pada waktu mendatang, menurut dia, tidak menutup kemungkinan PT KAI bisa menyediakan layanan reservasi untuk grup skala besar.



Simak juga video 'Tempat Wisata Kids Jaman Now yang Super Seru!':

[Gambas:Video 20detik]


(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed