Napi Ungkap Praktik Jual Beli Kamar Mewah di Lapas Sukamiskin

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 12 Des 2018 14:08 WIB
Lapas Sukamiskin Bandung (Foto: dok.detikcom)
Bandung - Praktik jual beli kamar berfasilitas mewah terungkap di persidangan. Salah seorang narapidana Andri Rahmat yang juga terdakwa kasus suap eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen membongkar soal jual beli kamar mewah itu.

Terungkapnya praktik jual beli tersebut berawal saat hakim dalam sidang pemeriksaan saksi Wahid di Pengadilan Negeri (PN) Bandung menanyakan soal fasilitas mewah di kamar Fahmi Darmawansyah. Dalam dakwaan jaksa KPK sebelumnya disebutkan bahwa di kamar suami Inneke dengan nomor kamar 11 itu terdapat fasilitas mewah berupa AC hingga televisi.

"Di kamar Fahmi ada AC, yang pasang siapa?," tanya hakim Dariyanto dalam persidangan, Rabu (12/12/2018).


Andri yang merupakan tahanan pendamping (tamping) Fahmi menyebut bahwa fasilitas itu sudah ada sebelum Fahmi menempati kamarnya.

"Sudah ada dari dulu. Beli kamar. Yang punya kamar sebelumnya, dijual ke Fahmi," kata Andri.

Dia tak menyebut soal harga kamar dan siapa penghuni kamar nomor 11 sebelum Fahmi. Andri mengatakan praktik itu terjadi sebelum Wahid Husen masuk menjadi Kalapas Sukamiskin. Hakim lalu menanyakan soal keterlibatan pihak lapas dalam praktik itu.

Andri menyebut praktik itu hanya diketahui dan disetujui oleh Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Sukamiskin bernama Slamet Widodo.

"Diketahui saja dan dicatat oleh KPLP," kata Andri.



Saksikan juga video 'Fahmi dan Inneke Pakai Kamar 'Wikwikwik' di Lapas Sukamiskin':

[Gambas:Video 20detik]

(dir/bbn)