DetikNews
Selasa 20 November 2018, 15:30 WIB

Ini Cara Polisi Sukabumi Ungkap Prostitusi Online

Syahdan Alamsyah - detikNews
Ini Cara Polisi Sukabumi Ungkap Prostitusi Online Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Kerja keras polisi mengungkap prostitusi online lewat jejaring media sosial tidak lepas dari peranan Tim TIK (Tekhnologi Informasi dan Komunikasi) Polres Sukabumi Kota dan Satreskrim.

Gabungan tim cyber tersebut lebih dahulu melakukan profiling terhadap akun-akun yang menyebarkan konten negatif. Setelah profiling selesai berlanjut kepada pembuktian, polisi memiliki cara sendiri dalam mengungkap setiap akun yang dilaporkan mengandung konten negatif.

"Apakah metode penyamaran, metode tangkap tangan dan banyak lagi cara kami untuk mengungkap kasus-kasus yang berkaitan dengan dunia maya ini. Tidak hanya soal prostitusi tapi juga ujaran kebencian, hoax dan semua yang berkaitan dengan UU ITE," kata Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo didampingi Kasubag Humas, AKP Ana Ratna Dewi, Selasa (20/11/2018).



Khusus untuk mengungkap jaringan prostitusi polisi tak mau gegabah, dari ribuan akun yang menjajakan Pekerja Seks Komersial (PSK) melalui online ada beberapa diantaranya hanya sekedar penipuan. Biasanya akun-akun tersebut dioperasikan dari luar Sukabumi.

Selain transfer melalui bank saat akan transaksi, pria hidung belang yang kadung percaya dengan jebakan seksual itu mentransfer sejumlah uang untuk mendapat layanan prostitusi. Nyatanya, PSK yang dijanjikan tidak pernah datang dan si pelaku penipuan dengan mudah memblokir korbannya.

"Ada beberapa yang memang dibuat untuk melakukan penipuan, untuk layanan seksual dikenakan tarif tertentu dengan harapan korban memberikan sejumlah uang, setelah uang di transfer pelaku menghilang. Nah khusus untuk "Sukabumi Asyik" ini motifnya sederhana, mereka bertemu langsung lalu bayar," beber Susatyo.



Di ruangan patroli cyber terdapat tampilan kamera pengintai yang tersebar di beberapa titik di wilayah hukum Kota Sukabumi. Beberapa set komputer, tampilan map GPS dan peralatan lainnya. Untuk yang lebih internal terkait tekhnologi informasi tersimpan rapi di ruang TIK. Ruangan itu bersebelahan dengan ruang cyber dengan kondisi pintu tertutup rapat dan kaca gelap.

Diwawancarai terpisah, Kasatreskrim AKP Budi Nuryanto mengakui kerja bareng patroli cyber berhasil mengungkap kasus-kasus yang berkaitan dengan pelanggaran UU ITE dalam waktu singkat.

"Kasus hoax, ujaran kebencian, prostitusi online dan banyak lagi kasus yang kita ungkap. Setelah penyelidikan dan penyidikan baru kita libatkan saksi ahli yang profesional di bidangnya. Bagaimana saat ini kami mengikuti perkembangan zaman dan bertranformasi menjadi polisi yang melek tekhnologi dan kekinian," jelas Budi.




Tonton juga 'Libatkan Orang Tua, Cegah Prostitusi Online':

[Gambas:Video 20detik]


(sya/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed