Seperti dijumpai di daerah Munjul, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Sedikitnya ada 5 buah bunga ditemukan di pekarangan dan kebun warga. Bunga itu memiliki nama latin Amorphophallus.
Karena baunya, lalat kerap berkumpul dan hinggap di bunga. Bunga bangkai itu dikenal warga Ciamis sebagai bunga dari pohon suweg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baru tahun ini saya lihat bunga bangkai ini. Tahun sebelumnya tidak ada. Ada lima bunga yang tumbuh, di halaman rumah dan di kebun singkong," ujar Emung saat ditemui ketika menunjukan bunga bangkai Rabu (14/11/2018).
Emung mengaku sebelumnya tidak menyadari keberadaan bunga tersebut. Namun ketika ia sedang ke kebun mencium bau tidak sedap. Setelah ditelusuri bau seperti bangkai hewan itu ternyata dari bunga berwarna dominan ungu.
"Baunya seperti bangkai tapi lebih kepada bau kotoran, tapi tidak setiap hari tercium hanya beberapa hari saja. Paling menyengat baunya biasanya malam hari. Bunga ini tidak lama juga layu, ini sudah ada lima hari sudah terlihat layu. Mekarnya itu di hari ke 3 sangat bagus," terangnya.
Menurut Emung, saat mekar kelopak bunga berdiameter mencapai sekitar 40 sentimeter dengan tinggi sekitar 30-50 sentimeter. Bunga bangkai ini menjadi salah satu ikon Kabupaten Ciamis yang diabadikan jadi tugu di Alun-alun.
"Bunga bangkai yang tumbuh ini mirip seperti tugu air mancur di Alun-alun Ciamis," kata Emung.
Tahun-tahun sebelumnya, setiap musim hujan bunga bangkai tersebut juga banyak di jumpai di daerah Cibiru, Kecamatan Sadananya dan di Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. (ern/ern)











































