Tim SAR Masih Cari Wanita Pengendara Motor Hanyut di Pangandaran

Tim SAR Masih Cari Wanita Pengendara Motor Hanyut di Pangandaran

Dadang Hermansyah - detikNews
Rabu, 14 Nov 2018 10:25 WIB
Tim SAR Masih Cari Wanita Pengendara Motor Hanyut di Pangandaran
Foto: Istimewa
Tasikmalaya - Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian Reni Hermawati (22) warga Pangandaran diduga hanyut arus air saat menerobos banjir, Selasa (13/11/2018). Sebanyak 50 orang dari Tagana, Basarnas, TNI AL, Satuan Polair Polres Ciamis dan warga diterjunkan melakukan pencarian.

Insiden hilangnya Reni terjadi di Jalan Raya Pangandaran, Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin malam (12/11/2018). Saat hujan deras mengguyur wilayah Pangandaran dan sekitarnya. Diduga korban hilang karena sebelumnya telah ditemukan sepeda motor honda revo hitam tergeletak dalam kondisi rusak.

"Hari kemarin sudah melakukan pencarian sampai sore tapi belum ada hasil, hari kedua Tim gabungan ada 50 orang, sekarang kami melakukan penyisiran sepanjang jalur sungai dan sekitar emplak," ujar Ketua Forum Koordinasi Tagana Kabupaten Pangandaran Nana Suryana saat dihubungi detikcom Rabu (14/11/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Dalam melakukan pencarian, Selasa (13/11/2018), Tim gabungan baru hanya menemukan id card korban dan sebuah helm yang diduga milik korban. Jarak temuan sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Id card tersebut tercantum nama korban yang merupakan pegawai salah satu perusahaan permodalan (PNM) di Padaherang.

"Sebelumnya sudah ditemukan sepeda motor milik korban sekitar 200 meter dari lokasi korban diduga jatuh saat menerobos arus air turun dari bukit menggenangi jalan," jelas Nana.

Nana menerangkan, pencarian korban terkendala dengan medan yang cukup berat. Meski tergolong sungai kecil, namun di sepanjang aliran terdapat tiga titik air terjun di lahan milik perhutani tersebut. Longsoran bekas kayu juga menghantui para pencari korban karena sewaktu-waktu bisa menimpa tim.

"Medan sangat sulit. Ini termasuk sungai kecil, hanya saat kejadian volume air naik karena hujan. Sekarang air sudah normal. Kami melakukan pencarian dengan berjalan kaki," terang Nana.

Menurut Nana, kemungkinan korban selamat masih 50:50, karena saat kejadian arus air cukup deras. Korban bisa saja terbawa hanyut sampai bagolo hingga muara pertemuan sungai dan laut.

"Pencarian kemungkinan dilakukan sampai sore, mudah-mudahan hari ini bisa membuahkan hasil," pungkasnya. (ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads